Connect with us

Berita

Nonton Komedi Gokil 2 di MOX

Published

on

Jakarta, 20 Juli 2016 Film Indonesia Komedi Gokil 2 yang sudah tayang di bioskop 12 Mei 2016 lalu kini sudah bisa ditonton di MOX. Komedi Gokil 2 yang di sutradarai oleh Cuk FK ini menceritakan tentang Rumah Kost Om INDRO (Indro Warkop) kedatangan penghuni baru. ACHO (Muhadkly Acho), LOLOX (Lolox), adik BORIS (Boris Bokir), dan MIA (Senk Lotta), keponakan Tante MAYA (Maya W. Sardjono). Setelah sempat bermasalah pada awal kedatangan mereka karena salah paham soal Koper Mia yang tertinggal sama Acho, dan kemudian terbawa oleh Lolox saat di bandara. Akhirnya semua clear. Acho-pun yang tujuan awalnya bukan nge-kost disitu akhirnya menetap disitu setelah melihat peluang mendekati Mia.

Komedi Gokil 2

Poster Film ‘Komedi Gokil 2’

Om INDRO kemudian melibatkan Boris, Acho, dan Lolox, dalam masalahnya, ketika wanita cantik di tempat Gym, GINA (Tengku Dewi Putri) minta dinikahi, padahal awalnya cuma genit iseng. Gina berniat akan bicara dan menunjukkan foto-fotonya bersama Om Indro ke Tante Maya, istrinya. Acho, Boris, dan Lolox mendapat tugas untuk mengambil dan menghapus foto-foto itu dari HP Gina. Tentu bukan hal yang mudah buat amatiran seperti mereka. Kekonyolan-kekonyolan dalam misi mereka makin rumit ditambah masalah-masalah Boris, akibat adiknya yang nggak hentinya bikin ulah, sampai hubungan asmaranya dengan TANIA (Briana Simorangkir) kandas. Lalu pedekate Acho ke Mia yang membuat Boris geregetan. Dan satu lagi persoalan dari orang luar, yang kali ini merepotkan Tante Maya. Adalah TOMSAS (Mang Saswi) mantan pacar lama Tante Maya, yang datang dan nekat pengen balikan. Sehingga Tante Maya juga kembali melibatkan Boris serta Lolox dalam upaya menyingkirkan Tomsas yang tidak percaya kalo dia sudah bersuami.

mox digital

Press Conference Pemain ‘Komedi Gokil 2’ dan PT. MOX Digital Indonesia di MD Place, Jakarta Selatan

Buat pecinta film indonesia yang belum sempet nonton Komedi Gokil 2 di bioskop, kini bisa disaksikan di Mox. Mox adalah aplikasi film indonesia terbesar yang hadir menghibur para pecinta film indonesia di tanah air dengan sekitar 500 koleksi film indonesia. MOX sebagai penyedia layanan berlangganan mobile termurah dan terlengkap, dimana pelanggan dengan mudah bisa menikmati jasa layanan streaming film khusus indonesia melalui gadget.

Disampaikan oleh Indro Warkop, salah satu pemain film ‘Komedi Gokil 2’, “Aplikasi MOX membantu masyarakat kita untuk menemukan banyak film Indonesia, ada film terbaru seperti film Komedi Gokil 2 ini. Harapan saya semua rakyat bisa nonton. Sekarang di pelosok desa udah pakai HP. Ada fasilitas untuk internetan, berarti bisa nonton film”.

Indro Warkop, salah satu pemain di 'Komedi Gokil 2'

Indro Warkop, salah satu pemain di ‘Komedi Gokil 2’

Dengan biaya Rp 15.000,- per bulan untuk berlangganan MOX Basic, pelanggan dapat menonton film sepuasnya selama 30 hari. Tentukan terlebih dahulu film yang ingin di tonton, dan pembayaran bisa dengan cara potong pulsa, kartu kredit atau dompet elektronik. Sedangkan untuk MOX Premium akan memanjakan pelanggan MOX dengan menghadirkan film-film BOX Office Indonesia terbaru dengan harga Rp 15.000,- per judul selama 7 hari.

PT. MOX Digital Indonesia akan segera merilis aplikasi ini ke negara tetangga, seperti Malaysia, Brunei Darusalam dan lainnya. PT. MOX Digital Indonesia bermitra dengan Production House ternama di Indonesia seperti Soraya Intercine Films, Kharisma Starvision, MD Pictures, Rapi Films & Mizan untuk menghadirkan film terbaru di aplikasi MOX setelah selesai tayang di bioskop.

Download aplikasi MOX di Google Play Store dan Apple App Store atau melalu www.mox.id

Berita

Daftar Lengkap Nominasi Festival Film Indonesia 2016

Published

on

By

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Sebelum malam puncak FFI 2016 digelar pada 6 November 2016 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta panitia penyelenggara mengumumkan para nominasi Festival Film Indonesia 2016. Sebanyak 21 nominasi yang diumumkan, ada kategori nominasi baru yaitu nominasi kategori Lagu Tema Film Terbaik yang sebelumnya belum pernah ada penghargaan untuk mengisi OST dalam film. Berikut daftar lengkap nominasi Festival Film Indonesia 2016:

(lebih…)

Continue Reading

Berita

“Restorasi Film” Jadi Tema Festival Film Indonesia 2016

Published

on

By

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Jakarta, 21 September 2016 – Festival Film Indonesia (FFI) 2016 mengangkat ‘restorasi dan sensor’ sebagai tema besar dari pagelaran festival tersebut di tahun ini. Tema restorasi film diangkat melihat sistem pengarsipan film di Tanah Air yang masih jauh dari kata layak. Untuk membahas lebih jauh mengenai topik tersebut, Panitia FFI 2016 mengadakan diskusi dengan media di Foodism, Kemang, Jakarta.

Lukman Sardi, Ketua Panitia FFI 2016, mengatakan pagelaran FFI kali ini ingin kembali ke tujuan awal, yaitu sebagai bentuk apresiasi terhadap film-film terbaik karya anak bangsa. “Sejak awal FFI diadakan untuk menunjukkan ke publik bahwa film-film produksi Indonesia tidak kalah dengan film impor. Agar film Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Lukman dalam diskusi dengan media.

“Sayangnya, sistem pengarsipan yang buruk membuat banyak film-film klasik Indonesia yang rusak dan jadi tidak dapat ditonton. Hal ini sangat disayangkan mengingat film-film klasik tersebut merupakan potongan-potongan rekaman yang tersisa dari masanya dan akan selalu aktual untuk ditonton kembali, sebagai pesan dari generasi itu untuk generasi mendatang,” ujar Lukman.

Dia menambahkan upaya untuk merestorasi film-film Indonesia harus terus diapresiasi, dan sebagai perhelatan yang bertujuan untuk memajukan dunia perfilman Tanah Air, FFI bertanggungjawab untuk ikut aktif dalam upaya restorasi dan perbaikan sistem pengarsipan film nasional.

Lisabona Rahman, praktisi restorasi film, mengatakan film merupakan produk kebudayaan yang memiliki daya jangkau yang luar biasa. Dia percaya gambar gerak yang disertai suara, sebagai komponen utama dari film, perlu mendapat perhatian yang tidak kalah dengan buku maupun lukisan dalam pelestariannya.

“Di Amerika Serikat dan Eropa pun, film-film klasik tetap disimpan dengan baik dan dilestarikan. Film-film tersebut secara rutin diputar kembali untuk ditonton generasi muda disana,” ujar Lisabona.

Namun, upaya untuk merestorasi film klasik Indonesia tidak mudah. Hal ini disebabkan sistem pengarsipan yang buruk, sehingga gambar dari film lama yang disimpan dalam format pita seluloid sudah banyak yang rusak dan tidak layak tonton. Selain itu, biaya yang diperlukan untuk merestorasi satu film dari format seluloid ke format digital dengan kualtias gambar 4K mencapai Rp3,5 miliar.

“Tantangan tersebut tidak boleh menghentikan upaya kita untuk terus merestorasi film-film klasik Indonesia yang telah rusak dan tidak dapat ditonton. Selain itu, kita juga perlu mendorong pengembangan sistem pengarsipan film yang lebih baik. Sehingga film-film klasik yang telah direstorasi dan film-film lain yang dibuat saat ini, tetap dapat ditonton dengan kualitas gambar yang baik di tahun-tahun mendatang,” ujar Lisabona.

Continue Reading

Berita

Riri Riza Tampilkan Budaya Bugis di Film Athirah

Published

on

By

film athirah

Film Athirah diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Alberthiene Endah yang terinspirasi dari kisah nyata Ibunda Jusuf Kalla.

Athirah menggambarkan pergulatan seorang perempuan Bugis yang ingin mempertahankan keutuhan keluarganya saat pada perempuan lain memasuki kehidupan suaminya. Di saat yang sama, anak lelaki tertuanya yang masih remaja, Ucu mengalami kesulitan memahami Athirah dan konflik yang tengah terjadi di tengah keluarganya.

film athirah

Riri Riza dan Pemain Film Athirah

Di Sutradarai oleh Riri Riza yang merupakan orang Bugis Makassar yang akhirnya tertarik untuk membuat film ini karena memang Miles Film belum pernah membuat film dengan latar belakang budaya Bugis. “Suatu kesempatan yang sulit sekali saya tolak, saya merasa sangat terhormat berkesempatan kembali ke tempat saya berasal yang dekat sekali dengan saya akhirnya datang film Athirah ini. Bugis Makassar ini sebuah kebudayaan yang unik, punya karakteristik mungkin disamaratakan dengan budaya yang keras, sebenarnya budaya Bugis Makassar itu kompleks dan banyak keindahan kalau mau melihatnya dengan jarak langkah saja, mulai dari dapur, ruang makan dan kamar orang tua. Disitulah sebenarnya kita bisa melihat seperti apa orang Bugis Makassar.”ungkap Riri Riza saat Press conference peluncuran Video Clip OST film Athirah di Senopati Gallery.

film athirah

Cut Mini berperan sebagai Athirah

Sebagai sosok yang memerankan Athirah, Cut mini merasakan cerita ini penuh dengan emosional. “Athirah itu memiliki ekstra sabar sangat dahsyat, begitulah wanita dan begitu yang saya rasakan. Kayaknya saya juga harus lebih sabar. Pokoknya seperti yang tadi dibilang. Athirah selalu menutupi apapun yang dia rasakan. Yang penting anak-anak makan enak, bahagia. Biar yang lainnya Athirah yang urus,” ungkap Cut Mini.

Film Athirah ini diperankan beberapa artis, diantaranya Chistoffer Nelwan, Tika Bravani, Nino Prabowo, Jajang C Noer dan Miles Film juga melibatkan talenta-talenta dari Sulawesi Selatan dalam film ini, baik kru produksi atau jadi pemain.

Film ini akan tayang 29 September 2016 di bioskop.

film athirah

Continue Reading

Trending