Connect with us

Berita

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Festival Film Indonesia 2015 telah mencapai puncaknya bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Berikut ini adalah daftar pemenang Festival Film Indonesia 2015 yang berhak membawa pulang Piala Citra:

Published

on

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Festival Film Indonesia 2015 telah mencapai puncaknya bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Berikut ini adalah daftar pemenang Festival Film Indonesia 2015 yang berhak membawa pulang Piala Citra:

Baca: Daftar Nominasi Festival Film Indonesia 2015

A. Kategori Film Pendek Terbaik

1. Kilau Kerikil (Tripod Production – Jakarta)
2. Natalan (Kebon Studio – Jakarta)
3. Semalam Anak Kita Pulang (Fourcolours Films – Yogyakarta)
4. Simbiosis (Neofreak & Manguni Pictures – Tangerang)
5. The Fox Exploits The Tigers Might (Babibuta Film – Tangerang) – Pemenang

B. Kategori Film Animasi Terbaik

1. Djakarta 00 (Galang E. Larope – Jakarta)
2. GWK (Alam Sutera – Tangerang) – Pemenang
3. Kapur Ade (Lanting Animation – Jakarta)
4. Parte (Pe-Mamam Production – Jakarta)
5. Tendangan Halilintar (MD – Animation)

C. Kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik

1. Segalanya Demi Kehamilanku (Suprie Van Jaya – Bogor)
2. Mendadak Caleg (M-Docs – Jakarta) – Pemenang
3. Elegi di Negeri Oepoli (Kompas TV – Jakarta)

D. Kategori Film Dokumenter Pendek Terbaik

1. Nostalgia Senja (Fakultas Film & Televisi Institut Kesenian Jakarta)
2. Salam dari Anak-anak Tergenang (Satu Lensa – Sukabumi)
3. Pejuang dari Gua Purbakala (Eagle Institute Indonesia – Jakarta)
4. Tino Sidin Sang Guru Gambar (Fakultas Film & Televisi Institut Kesenian Jakarta) – Pemenang
5. SDR (Sekolah Pasca IKJ – Bekasi)

E. Kategori Film Televisi Terbaik

1. Hati-hati Dengan Hati (SCTV) – Pemenang
2. Ibu Tak Bisa Lagi Mendengar Tangismu (SCTV)
3. Malu Itu Perlu (SCTV)
4. Nyanyian Musim Hujan (Miles Film – Jakarta)
5. Takjil Bu Syafi’i (PT. Sinemart Indonesia Jakarta)

F. Kategori Perancang Busana Terbaik

1. Anggia Kharisma (Filosofi Kopi)
2. Chitra Subiyakto (Pendekar Tongkat Emas)
3. Isabella Patrice & Tania Soeprapto (The Wedding and Bebek Betutu)
4. Jeanne Elizabeth Fam (Di Balik 98)
5. Retno Ratih Damayanti (Guru Bangsa: Tjokroaminoto) – Pemenang

G. Kategori Penulis Skenario Asli Terbaik

1. Anggy Umbara, Bounty Umbara, dan Fajar Umbara (3)
2. Ari Syarif dan Erik Supit (Guru Bangsa: Tjokroaminoto)
3. Eddie Cahyono (Siti) – Pemenang
4. Monty Tiwa dan Robert Ronny (Kapan Kawin?)
5. Salman Aristo, Bagus Bramanti, dan Ismail Basbeth (Mencari Hilal)

H. Kategori Penulis Skenario Adaptasi Terbaik

1. Alim Sudio (Surga yang Tak Dirindukan)
2. Benni Setiawan (Toba Dreams)
3. Dirmawan Hatta (Bulan di Atas Kuburan)
4. Jenny Jusuf (Filosofi Kopi) – Pemenang
5. Johansyah Jumberan dan Jay Sukmo (Catatan Akhir Kuliah)

I. Kategori Penata Musik Terbaik

1. Aksan Sjuman (Love and Faith)
2. Charlie Meliala (Mencari Hilal)
3. Krisna Purna (Siti) – Pemenang
4. Rooftop sound (A Copy of My Mind)
5. Vicky Sianipar (Bulan di Atas Kuburan)

J. Kategori Penata Suara Terbaik

1. Khikmawan Santosa (A Copy of My Mind) – Pemenang
2. Khikmawan Santosa dan Novi D.R.N (3)
3. M. Yusuf Patawari (Jendral Soedirman)
4. Satrio Budiono dan Trisno (Guru Bangsa: Tjokroaminoto)
5. Satrio Budiono dan Yusuf Andi (Pendekar Tongkat Emas)

K. Kategori Pengarah Artistik Terbaik

1. Allan Sebastian (Guru Bangsa: Tjokroaminoto) – Pemenang
2. Allan Sebastian (Mencari Hilal)
3. Eros Eflin (Pendekar Tongkat Emas)
4. Oscar Firdaus (Toba Dreams)
5. Vidia Sylvia (Supernova)

L. KategoriPenyunting Gambar Terbaik

1. Ahsan Andrian (Filosofi Kopi) – Pemenang
2. Sastha Sunu & Kelvin Nugroho (Supernova)
3. Sentot Sahid (Air Mata Surga)
4. Wawan I. Wibowo (Mencari Hilal)
5. Wawan I. Wibowo & Cesa David Luckmansyah (Hijab)

M. Kategori Penata Efek Visual Terbaik

1. Epics FX Studio (Comic 8: Casino Kings Part 1)
2. Fixit Works (Supernova) – Pemenang
3. Raiyan Laksamana (Di Balik 98)
4. Satria Bhayangkara (Guru Bangsa: Tjokroaminoto)
5. Sinergy Animation (3)

N. Kategori Pengarah Sinematografi Terbaik

1. Fauzi “Ujel” Bausad (Siti)
2. Ical Tanjung (A Copy of My Mind)
3. Ipung Rachmat Syaiful (Guru Bangsa: Tjokroaminoto) – Pemenang
4. Yadi Sugandi dan Muhammad Firdaus (Di Balik 98)
5. Yudi Datau (Supernova)

O. Kategori Pemeran Anak Terbaik

1. Aria Kusumah (Pendekar Tongkat Emas) – Pemenang
2. Bima Azriel (3)
3. Bima Azriel (Di Balik 98)
4. Fatih Unru (Seputih Cinta Melati)
5. Raihan Khan (Ada Surga di Rumahmu)

P. Kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik

1. Christine Hakim (Pendekar Tongkat Emas) – Pemenang
2. Prisia Nasution (Comic 8: Casino Kings Part 1)
3. Raline Shah (Surga yang Tak Dirindukan)
4. Ria Irawan (Bulan di Atas Kuburan)
5. Wulan Guritno (Nada untuk Asa)

Q. Kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik

1. Adi Kurdi (Kapan Kawin?)
2. Mathias Muchus (Toba Dreams) – Pemenang
3. Paul Agusta (A Copy of My Mind)
4. Slamet Rahardjo (Filosofi Kopi)
5. Tanta Ginting (3)

R. Kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik

1. Adinia Wirasti (Kapan Kawin?)
2. Chelsea Islan (Di Balik 98)
3. Dewi Sandra (Air Mata Surga)
4. Marsha Timothy (Nada Untuk Asa)
5. Tara Basro (A Copy of My Mind) – Pemenang

S. Kategori Pemeran Utama Pria Terbaik

1. Deddy Soetomo (Mencari Hilal) – Pemenang
2. Reza Rahadian (Guru Bangsa: Tjokroaminoto)
3. Reza Rahadian (Kapan Kawin?)
4. Rio Dewanto (Love & Faith)
5. Vino G. Bastian (Toba Dreams)

T. Kategori Sutradara Terbaik

1. Angga Dwimas Sasongko (Filosofi Kopi)
2. Benni Setiawan (Toba Dreams)
3. Eddie Cahyono (Siti)
4. Ismail Basbeth (Mencari Hilal)
5. Joko Anwar (A Copy of My Mind) – Pemenang

U. Kategori Film Terbaik

1. A Copy of My Mind
2. Guru Bangsa: Tjokroaminoto
3. Mencari Hilal
4. Siti – Pemenang
5. Toba Dreams

 Special Lifetime Achievement: George Kamarullah

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Berita

Review : Ali & Ratu Ratu Queens

Published

on

By

ali dan ratu ratu queens

             Sebuah film yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang, khususnya fans dari Iqbaal Ramadhan  yaitu Ali & Ratu Ratu Queens akhirnya sudah tayang pada 17 Juni 2021 di Netflix. Film yang disutradari oleh Lucky Kuswandi berhasil menghipnotis penonton dengan berbagai kisah yang tersaji. Di awal film kita akan diperlihatkan tentang konflik keluarga Ali, di mana Mia (Marissa Anita) berkeinginan untuk mewujudkan mimpinya ke New York.

                Ali kecil telah tumbuh menjadi remaja yang tengah mencari jati dirinya. Setelah ditinggal pergi selama-lamanya oleh ayahnya (Ibnu Jamil), Ali bertekad untuk menyusul ibunya ke New York. Bermodal postcard yang tersimpan dalam rak dan hasil menyewakan rumah, Ali berangkat ke New York sendirian. Mulai dari sini perjalanan Ali akan dimulai.

                Film ini semakin menarik ketika Ali bertemu dengan ibu-ibu imigran asal Indonesia, yaitu Party (Nirina Zubir), Ance (Tika Panggabean), Chinta (Happy Salma), dan Biyah (Asri Welas). Keempat tokoh ini memiliki karakter yang berbeda, tapi hal itulah yang membuat film ini terasa lebih hidup. Ali tinggal di apartemen  milik keempat tante-tante ini selama pencarian menemukan ibunya. Namun, nantinya semua kisah Ali akan mengalir dan bergulir seiring dirinya akrab dengan keempat tante-tante itu.

                Perjalanan cerita film ini mulai terasa sendu ketika Ali harus menerima kenyataan jika ibunya lebih memilih kehidupannya di kota New York. Namun, Ali beruntung dia menemukan arti keluarga versinya sendiri. Keluarga tak hanya ada ayah, ibu, atau anak melainkan orang-orang yang sayang dan peduli itulah keluarga yang sebenarnya.

                Film ini benar-benar mencampuradukkan emosi penontonnya, pasalnya banyak adegan yang dibungkus dengan sebuah komedi dan ada juga adegan emosional menguras perasaan. Peran para ratu juga berpengaruh dalam membangun jalannya cerita. Para pemain memainkan perannya masing-masing dengan ciri khas karakter yang kuat. Dialog serta gestur tubuh pun juga sangat mudah dipahami oleh penonton.

                Para pemain pendukung seperti Budhe (Cut Mini) yang kuat berpegang teguh dengan tradisi keluarga serta memegang teguh amanat dari ayahnya Ali diperankan dengan sangat baik. Selain itu, adanya Zul (Bayu Skak) menambahkan kesan komedi di awal film.

                Keunggukan-keunggulan lainnya dalam film Ali & Ratu Ratu Queens yaitu kita akan disuguhkan sisi lain kota New York. Bukan tentang tempat estetik nan romantis, tapi kita akan dibawa berkeliling melihat toko, street food, dan jalanan kota New York.

                Sedangkan untuk kekurangannya yaitu ending atau penyelesaian konfliknya terkesan kurang greget, di mana endingnya seakan-akan dibuat menggantung dan penonton dibuat harus menerka-nerkanya sendiri.

                Hal yang paling menarik dari film ini adalah pesan yang akan disampaikan. Ali menjadi korban keegoisan kedua orang tuanya, hingga akhirnya setelah ayahnya meninggal Ali hidup dalam kesendirian. Permasalahan itu cukup relate dengan masyarakat Indonesia saat ini, di mana anak yang tidak tahu-menahu harus menjadi korban akibat keegoisan atau permasahan orang tuanya.

                Film ini sangat recommended untuk ditonton di rumah karena film ini tidak tayang di bioskop melainkan tayang di aplikasi streaming Netflix. Dengan kondisi pandemi saat ini memang tidak ada salahnya untuk tetap menonton film di rumah bersama keluarga.

Continue Reading

Berita

Film KKN Desa Penari Akan Segera Tayang Di Bulan Mei 2021, Catat!

Published

on

KKN DESA PENARI 2021

Beberapa tahun yang lalu kita dihebohkan dengan sebuah cerita yang Panjang dan sangat menarik untuk disimak. Bermula dari cerita di twitter yang di buat oleh akun simple man, cerita ini menarik perhatian para pembaca diberbagai kalangan. Sebagai permulaan cerita ini awalnya hanya memiliki sudut pandang narasumber dan ternyata muncul dari beberapa sudut pandang cerita dari narasumber yang berbeda. Semakin banyak versi narasumber semakin membuat penasaran para pembaca unutk mengetahui alur cerita sebenarnya. Cerita ini memang sangat fenomenal entah ini dari cerita sebenarnya atau fiktif dan akhirnya diangkat ke layar lebar.

Sempat mengalami beberapa kendala jadwal penayangan di layar lebar akhirnya MD Pictures selaku produsen film ini telah merilis bahwa akan tayang serentak pada tanggal 19 Maret 2020. Namun, pihak MD Pictures telah mengumumkan akan adanaya penundaan penayangan sampai waktu yang belum di tentukan. Banyak beredar di media sosial bahwa penundaan terjadi karena dunia sedang dilanda pandemi dan khususnya Indonesia juga mengalami penyebaran yang snagat pesat sehingga membuat peraturan mengalami banyak perubaha termasuk dalam bioskop. Tetapi, pihak MD Pictures membantah hal tersebut karena penundaa penayangan terjadi karena adanya kesalahan teknis.

Akhirnya pada tahun 2020 bulan oktober tepatnya tanggal 3, MD Pictures mengumumkan bahwa tanggal rilis secara resmi film KKN Desa Penari ini pada tanggal 13 Mei 2021 bulan lebaran. Film ini memiliki durasi selama 124 Menit dan memakan anggaran sebesar 15 Miliar.

Waw, akhirnya film ini akan segera tayang jadi gak sabar pengen nonton dan jangan lupa jika nonton bioskop tetap patuhi protocol Kesehatan agar saling menjaga satu sama lain.

Continue Reading

Berita

Serial WeTV Original Layangan Putus mulai di produksi oleh MD Pictrures

Published

on

serial layangan putus

Dipenghujung tahun 2019 beredar cerita yang sangat viral di media sosial facebook yang pertama kali di unggah oleh seseorang yang memiliki nama akun Mommi Asf. Dalam cerita tersebut menceritakan dari cerita yang Panjang menjelaskan tentang rumah tangganya yang dalam keadaan baik-baik saja dan nyaris sempurna, tetapi lambat laun waktu berjalan penulis tersebut menemukan hal yang sangat mencengangkan yaitu ternyata suaminya menikah tanpa sepengetahuan dirinya dan cerita ini sangat viral yang kemudian dituangkan dalam bentuk novel.

Tidak hanya berhenti dinovel saja, bagi pecinta film Indonesia dan tahu cerita ini ada kabar gembira untuk kalian semua karena MD Pictures membuat kan cerita tersebut dalam bentuk digital series. WeTv Original “Layangan Putus” adalah karya sutradara kenamaan Benny Setiawan dan pemerannyapun tidak tanggung-tanggung yaitu Reza Rahardian, Putri Marino, Anya Geraldine, dan juga Frederika Cull serta putri Indonesia 2019.

Series ini akan dimulai pada kuartal 2 tahun 2021 tepat pada tanggal 10 april 2021 . manoj Punjabi, selaku CEO & Founder MD Pictures mengumumkan secara resmi bahwa Series Layangan Putus akan segera di produksi. Sebelumnya MD Pictures juga sukses membawa dua karya terbaiknya yaitu “My Lecturer My Husband” yang diperankan oleh Reza Rahardian dan Prilly Latuconsina dan “Kisah Untuk Geri” diperankan oleh Angga Yunanda dan Syifa Hadju. Kedua series tersebut menduduki puncak popularitas dari awal hingga akhir penayangan.

Wah jadi gak sabar nih ya kita tungu gebrakan terbaru dari MD Pictures di Layangan Putus apakah sesukses kedua series tadi diatas, kita nantikan saja karena sudah tidak sabar untuk menonton duet pemain yang lagi pada naik daun. Oh ya jangan lupa untuk menonton digital series layangan putus teman-teman bisa akses di WeTV Original yak karena nantinya akan rilis di provider tersebut dan semoga bisa diakses lebih dari satu provider mengingat MD Pictures juga Kerjasama dengan Iflix.

Continue Reading

Trending