Connect with us

Berita

Daftar Nominasi Festival Film Indonesia 2015

Published

on

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Festival Film Indonesia (FFI) 2015 telah selesai melakukan penjurian awal dengan total 278 film yang mendaftar, terdiri  17 film animasi, 10 film dokumenter panjang, 53 film dokumenter pendek, 113 film pendek, 17 film televisi dan 58 film bioskop.

Pada Malam Pembacaan Nominasi Festival Film Indonesia 2015, selain aktor, aktris dan sutradara film, hadir juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan dan Gubernur Banten, Rano Karno. Sebanyak 21 kategori dalam nominasi Festival Film Indonesia 2015 yang daftar pemenangnya akan diumumkan saat malam puncak 23 November 2015 bertempat di Indonesia Convention Expo (ICE), Banten.

Berikut daftar nominasi Festival Film Indonesia 2015:

A. Nominasi Film Pendek Terbaik
1. Kilau Kerikil (Tripod Production – Jakarta)
2. Natalan (Kebon Studio – Jakarta)
3. Semalam Anak Kita Pulang (Fourcolours Films – Yogyakarta)
4. Simbiosis (Neofreak & Manguni Pictures – Tangerang)
5. The Fox Exploits The Tigers Might (Babibuta Film – Tangerang)

B. Nominasi Film Animasi Terbaik
1. Djakarta 00 (Galang E. Larope – Jakarta)
2. GWK (Alam Sutera – Tangerang)
3. Kapur Ade (Lanting Animation – Jakarta)
4. Parte (Pe-Mamam Production – Jakarta)
5. Tendangan Halilintar (MD – Animation)

C. Nominasi Film Dokumenter Panjang Terbaik
1. Segalanya Demi Kehamilanku (Suprie Van Jaya – Bogor)
2. Mendadak Caleg (M-Docs – Jakarta)
3. Elegi di Negeri Oepoli (Kompas TV – Jakarta)

D. Nominasi Film Dokumenter Pendek Terbaik
1. Nostalgia Senja (Fakultas Film & Televisi Institut Kesenian Jakarta)
2. Salam dari Anak-anak Tergenang (Satu Lensa – Sukabumi)
3. Pejuang dari Gua Purbakala (Eagle Institute Indonesia – Jakarta)
4. Tino Sidin Sang Guru Gambar (Fakultas Film & Televisi Institut Kesenian Jakarta)
5. SDR (Sekolah Pasca IKJ – Bekasi)

E. Nominasi Film Televisi Terbaik
1. Hati-hati Dengan Hati (SCTV)
2. Ibu Tak Bisa Lagi Mendengar Tangismu (SCTV)
3. Malu Itu Perlu (SCTV)
4. Nyanyian Musim Hujan (Miles Film – Jakarta)
5. Takjil Bu Syafi’i (PT. Sinemart Indonesia Jakarta)

F. Nominasi Perancang Busana Terbaik
1. Anggia Kharisma (Filosofi Kopi)
2. Chitra Subiyakto (Pendekar Tongkat Emas)
3. Isabella Patrice & Tania Soeprapto (The Wedding and Bebek Betutu)
4. Jeanne Elizabeth Fam (Di Balik 98)
5. Retno Yanti Damayanti (Guru Bangsa: Tjokroaminoto)

G. Nominasi Penulis Skenario Asli Terbaik
1. Anggy Umbara, Bounty Umbara, dan Fajar Umbara (3)
2. Ari Syarif dan Erik Supit (Guru Bangsa: Tjokroaminoto)
3. Eddie Cahyono (Siti)
4. Monty Tiwa dan Robert Ronny (Kapan Kawin?)
5. Salman Aristo, Bagus Bramanti, dan Ismail Basbeth (Mencari Hilal)

H. Nominasi Penulis Skenario Adaptasi Terbaik
1. Alim Sudio (Surga yang Tak Dirindukan)
2. Benni Setiawan (Toba Dreams)
3. Dirmawan Hatta (Bulan di Atas Kuburan)
4. Jenny Jusuf (Filosofi Kopi)
5. Johansyah Jumberan dan Jay Sukmo (Catatan Akhir Kuliah)

I. Nominasi Penata Musik Terbaik
1. Aksan Sjuman (Love and Faith)
2. Charlie Meliala (Mencari Hilal)
3. Krisna Purna (Siti)
4. Rooftop sound (A Copy of My Mind)
5. Vicky Sianipar (Bulan di Atas Kuburan)

J. Nominasi Penata Suara Terbaik
1. Khikmawan Santosa (A Copy of My Mind)
2. Khikmawan Santosa dan Novi D.R.N (3)
3. M. Yusuf Patawari (Jendral Soedirman)
4. Satrio Budiono dan Trisno (Guru Bangsa: Tjokroaminoto)
5. Satrio Budiono dan Yusuf Andi (Pendekar Tongkat Emas)

K. Nominasi Pengarah Artistik Terbaik
1. Allan Sebastian (Guru Bangsa: Tjokroaminoto)
2. Allan Sebastian (Mencari Hilal)
3. Eros Eflin (Pendekar Tongkat Emas)
4. Oscar Firdaus (Toba Dreams)
5. Vidia Sylvia (Supernova)

L. Nominasi Penyunting Gambar Terbaik
1. Ahsan Andrian (Filosofi Kopi)
2. Sastha Sunu & Kelvin Nugroho (Supernova)
3. Sentot Sahid (Air Mata Surga)
4. Wawan I. Wibowo (Mencari Hilal)
5. Wawan I. Wibowo & Cesa David Luckmansyah (Hijab)

M. Nominasi Penata Efek Visual Terbaik
1. Epics FX Studio (Comic 8: Casino Kings Part 1)
2. Fixit Works (Supernova)
3. Raiyan Laksamana (Di Balik 98)
4. Satria Bhayangkara (Guru Bangsa: Tjokroaminoto)
5. Sinergy Animation (3)

N. Nominasi Pengarah Sinematografi Terbaik
1. Fauzi & Ujel & Bausad (Siti)
2. Ical Tanjung (A Copy of My Mind)
3. Ipung Rachmat Syaiful (Guru Bangsa: Tjokroaminoto)
4. Yadi Sugandi dan Muhammad Firdaus (Di Balik 98)
5. Yudi Datau (Supernova)

O. Nominasi Pemeran Anak Terbaik
1. Aria Kusumah (Pendekar Tongkat Emas)
2. Bima Azriel (3)
3. Bima Azriel (Di Balik 98)
4. Fatih Unru (Seputih Cinta Melati)
5. Raihan Khan (Ada Surga di Rumahmu)

P. Nominasi Pemeran Pendukung Wanita Terbaik
1. Christine Hakim (Pendekar Tongkat Emas)
2. Prisia Nasution (Comic 8: Casino Kings Part 1)
3. Raline Shah (Surga yang Tak Dirindukan)
4. Ria Irawan (Bulan di Atas Kuburan)
5. Wulan Guritno (Nada untuk Asa)

Q. Nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik
1. Adi Kurdi (Kapan Kawin?)
2. Mathias Muchus (Toba Dreams)
3. Paul Agusta (A Copy of My Mind)
4. Slamet Rahardjo (Filosofi Kopi)
5. Tanta Ginting (3)

R. Nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik
1. Adinia Wirasti (Kapan Kawin?)
2. Chelsea Islan (Di Balik 98)
3. Dewi Sandra (Air Mata Surga)
4. Marsha Timothy (Nada Untuk Asa)
5. Tara Basro (A Copy of My Mind)

S. Nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik
1. Deddy Soetomo (Mencari Hilal)
2. Reza Rahadian (Guru Bangsa: Tjokroaminoto)
3. Reza Rahadian (Kapan Kawin?)
4. Rio Dewanto (Love & Faith)
5. Vino G. Bastian (Toba Dreams)

T. Nominasi Sutradara Terbaik
1. Angga Dwimas Sasongko (Filosofi Kopi)
2. Benni Setiawan (Toba Dreams)
3. Eddie Cahyono (Siti)
4. Ismail Basbeth (Mencari Hilal)
5. Joko Anwar (A Copy of My Mind)

U. Nominasi Film Terbaik
1. A Copy of My Mind
2. Guru Bangsa: Tjokroaminoto
3. Mencari Hilal
4. Siti
5. Toba Dreams

Berita

Daftar Lengkap Nominasi Festival Film Indonesia 2016

Published

on

By

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Sebelum malam puncak FFI 2016 digelar pada 6 November 2016 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta panitia penyelenggara mengumumkan para nominasi Festival Film Indonesia 2016. Sebanyak 21 nominasi yang diumumkan, ada kategori nominasi baru yaitu nominasi kategori Lagu Tema Film Terbaik yang sebelumnya belum pernah ada penghargaan untuk mengisi OST dalam film. Berikut daftar lengkap nominasi Festival Film Indonesia 2016:

(lebih…)

Continue Reading

Berita

“Restorasi Film” Jadi Tema Festival Film Indonesia 2016

Published

on

By

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Jakarta, 21 September 2016 – Festival Film Indonesia (FFI) 2016 mengangkat ‘restorasi dan sensor’ sebagai tema besar dari pagelaran festival tersebut di tahun ini. Tema restorasi film diangkat melihat sistem pengarsipan film di Tanah Air yang masih jauh dari kata layak. Untuk membahas lebih jauh mengenai topik tersebut, Panitia FFI 2016 mengadakan diskusi dengan media di Foodism, Kemang, Jakarta.

Lukman Sardi, Ketua Panitia FFI 2016, mengatakan pagelaran FFI kali ini ingin kembali ke tujuan awal, yaitu sebagai bentuk apresiasi terhadap film-film terbaik karya anak bangsa. “Sejak awal FFI diadakan untuk menunjukkan ke publik bahwa film-film produksi Indonesia tidak kalah dengan film impor. Agar film Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Lukman dalam diskusi dengan media.

“Sayangnya, sistem pengarsipan yang buruk membuat banyak film-film klasik Indonesia yang rusak dan jadi tidak dapat ditonton. Hal ini sangat disayangkan mengingat film-film klasik tersebut merupakan potongan-potongan rekaman yang tersisa dari masanya dan akan selalu aktual untuk ditonton kembali, sebagai pesan dari generasi itu untuk generasi mendatang,” ujar Lukman.

Dia menambahkan upaya untuk merestorasi film-film Indonesia harus terus diapresiasi, dan sebagai perhelatan yang bertujuan untuk memajukan dunia perfilman Tanah Air, FFI bertanggungjawab untuk ikut aktif dalam upaya restorasi dan perbaikan sistem pengarsipan film nasional.

Lisabona Rahman, praktisi restorasi film, mengatakan film merupakan produk kebudayaan yang memiliki daya jangkau yang luar biasa. Dia percaya gambar gerak yang disertai suara, sebagai komponen utama dari film, perlu mendapat perhatian yang tidak kalah dengan buku maupun lukisan dalam pelestariannya.

“Di Amerika Serikat dan Eropa pun, film-film klasik tetap disimpan dengan baik dan dilestarikan. Film-film tersebut secara rutin diputar kembali untuk ditonton generasi muda disana,” ujar Lisabona.

Namun, upaya untuk merestorasi film klasik Indonesia tidak mudah. Hal ini disebabkan sistem pengarsipan yang buruk, sehingga gambar dari film lama yang disimpan dalam format pita seluloid sudah banyak yang rusak dan tidak layak tonton. Selain itu, biaya yang diperlukan untuk merestorasi satu film dari format seluloid ke format digital dengan kualtias gambar 4K mencapai Rp3,5 miliar.

“Tantangan tersebut tidak boleh menghentikan upaya kita untuk terus merestorasi film-film klasik Indonesia yang telah rusak dan tidak dapat ditonton. Selain itu, kita juga perlu mendorong pengembangan sistem pengarsipan film yang lebih baik. Sehingga film-film klasik yang telah direstorasi dan film-film lain yang dibuat saat ini, tetap dapat ditonton dengan kualitas gambar yang baik di tahun-tahun mendatang,” ujar Lisabona.

Continue Reading

Berita

Riri Riza Tampilkan Budaya Bugis di Film Athirah

Published

on

By

film athirah

Film Athirah diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Alberthiene Endah yang terinspirasi dari kisah nyata Ibunda Jusuf Kalla.

Athirah menggambarkan pergulatan seorang perempuan Bugis yang ingin mempertahankan keutuhan keluarganya saat pada perempuan lain memasuki kehidupan suaminya. Di saat yang sama, anak lelaki tertuanya yang masih remaja, Ucu mengalami kesulitan memahami Athirah dan konflik yang tengah terjadi di tengah keluarganya.

film athirah

Riri Riza dan Pemain Film Athirah

Di Sutradarai oleh Riri Riza yang merupakan orang Bugis Makassar yang akhirnya tertarik untuk membuat film ini karena memang Miles Film belum pernah membuat film dengan latar belakang budaya Bugis. “Suatu kesempatan yang sulit sekali saya tolak, saya merasa sangat terhormat berkesempatan kembali ke tempat saya berasal yang dekat sekali dengan saya akhirnya datang film Athirah ini. Bugis Makassar ini sebuah kebudayaan yang unik, punya karakteristik mungkin disamaratakan dengan budaya yang keras, sebenarnya budaya Bugis Makassar itu kompleks dan banyak keindahan kalau mau melihatnya dengan jarak langkah saja, mulai dari dapur, ruang makan dan kamar orang tua. Disitulah sebenarnya kita bisa melihat seperti apa orang Bugis Makassar.”ungkap Riri Riza saat Press conference peluncuran Video Clip OST film Athirah di Senopati Gallery.

film athirah

Cut Mini berperan sebagai Athirah

Sebagai sosok yang memerankan Athirah, Cut mini merasakan cerita ini penuh dengan emosional. “Athirah itu memiliki ekstra sabar sangat dahsyat, begitulah wanita dan begitu yang saya rasakan. Kayaknya saya juga harus lebih sabar. Pokoknya seperti yang tadi dibilang. Athirah selalu menutupi apapun yang dia rasakan. Yang penting anak-anak makan enak, bahagia. Biar yang lainnya Athirah yang urus,” ungkap Cut Mini.

Film Athirah ini diperankan beberapa artis, diantaranya Chistoffer Nelwan, Tika Bravani, Nino Prabowo, Jajang C Noer dan Miles Film juga melibatkan talenta-talenta dari Sulawesi Selatan dalam film ini, baik kru produksi atau jadi pemain.

Film ini akan tayang 29 September 2016 di bioskop.

film athirah

Continue Reading

Trending