Connect with us

Berita

Pemenang Kategori Non Bioskop FFI 2015

Published

on

Malam Penganugerahan Festival Film Indonesia 2015 telah terselenggara dengan baik pada tanggal 23 November 2015 di ICE BSD. Ada 21 kategori yang masuk dalam nominasi Festival Film Indonesia 2015, 16 kategori sudah dibacakan ketika malam penganugerahan FFI 2015 dan masih ada 5 Kategori yang belum disampaikan secara langsung. Bertempat di Plaza Indonesia, kategori Non Bioskop diumumkan, dan berikut pemenangnya :

Film Televisi

HATI HATI DENGAN HATI

Jalu (46 tahun) mantan aktivis, pejuang reformasi 1998. Saat ini bekerja sebagai pengumpul barang bekas. Saat sedang berada di sebuah kompleks perumahan mewah dan berhenti di sebuah rumah dan berhenti di depan sebuah rumah,ia diusir satpam yang berjaga. Dea (44) pemilik rumah itu melihatnya lalu menyuruh pembantunya memberikan dua karung berisi barang bekas pada Jalu. Ternyata Diko, suami Dea,adalah kawan lama Jalu dania ingin sekali bertemu dengan Jalu.

 

Film Pendek

THE FOX EXPLOITS THE TIGER MIGHT

The Fox Exploits the Tiger’s Might bercerita tentang dua anak laki-laki pra-remaja yang sedang bergulat dengan seksualitas mereka, serta hubungan antara seks dan kekuasaan, di sebuah kota kecil yang sunyi tempat bercokolnya basis militer. David adalah anak jendral yang sombong dan suka memamerkan kekayaan ayahnya, sementara Aseng datang dari keluarga etnis minoritas pedagang tembakau yang menjual minuman keras selundupan. Film besutan sutradara Lucky Kuswandiini juga ditayangkan di Cannes International Film Festival 2015, yang diselenggarakan pada 13-24 Mei 2015 di Cannes, Perancis. Film inilolosseleksimasukSemaine de La Critique, yang merupakan bagian paralel dari Cannes International Film Festival dan diadakan untuk menemukan bakat baru bidang perfilman dari seluruh dunia.

 

Film Animasi

GWK

Film animasi ini adalah adaptasi dari mitologi Hindu yang berkisah tentang Garuda Wisnu Kencana. Dimana penyihir Kadru yang jahat ingin memperolah TirtaAmerta, air yang bisa membuat hidup abadi dan membuat bencana di dunia. Kadru sadar bahwa satu-satunya yang bisa mengambil Tirta Amerta adalah Garuda. Maka dengan licik ia membuat Vinata, Ibu Garuda, terjebak menjadi budaknya. Untuk bisa membebaskan Ibunya, Garuda terpaksa mengikuti keinginan Kadru mengambil Tirta Amerta yang dijaga Dewa Wisnu. Garuda sadar sekali bahaya yang timbul bila Tirta Amerta berada di tangan Kadru. Tetapi ia tidak punya pilihan lain.

Film Dokumenter Pendek

TINO SIDIN GURU GAMBAR

Pada era 80-an kita mengenal sosok Tino Sidin seorang tokoh yang mengembangkan sebuah metode menggambar dengan mengunakan spidol dan kertas dengan mengabungkan dua unsur garis, garisl urus dan garis lengkung, dalam penciptaan objek gambar. Tokoh ini sangat terkenal dikalangan anak-anak Indonesia pada zaman itu lewat sebuah program Televisi “Gemar Menggambar” pada stasiun TVRI. Program ini menjadi siaran inspiratif pemirsanya, terutama anak-anak dinusantara, sebab beliau selalu mengkomentari hasil kiriman dari pemirsa dengan kata “Baguus!..tidak ada yang jelek”. Selain itu, Tino Sidin juga banyak menghasilkan karya tulisan, komik dan lukisan. Film yang dikerjakan oleh Mohd. Fikri beserta teman-temannya di Fakultas Film dan TelevisiInstitutKesenian Jakarta (FFTV IKJ) ini mengungkap cerita mengenai Tino Sidin dalam sebuah cerita kehidupan beliau dimata keluarganya, sahabat, murid, dan koleganya.

 

Film Dokumenter Panjang

MENDADAK CALEG

Kemeriahan mewarnai hari pertama masa kampanye Pemilu 2014. Ribuan pendukung parpol memadati jalan protokol Ibukota. Suratmi S, SE, calon anggota DPRD dari PartaiAmanat Nasional (PAN) untuk Dapil 9, juga berada di tengah lautan massa tersebut. Ia bersama sejumlah relawannya terlihat begitu kecil dan sederhana di antara kemegahan para caleg bermodal besar dan dari partai besar pula. Maka, hiruk-pikuk dan karut-marut pesta demokrasi segera dihadirkan melalui film dokumenter bertajuk Mendadak Caleg dengan karakter utama Suratmi S, SE. Kisah perjalanan caleg ini pun dimulai dari suasana hiruk-pikuk di pasar kaget di tengah permukiman warga di kawasan Krendang Tengah, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Penuturan para relawan, warga yang menjadi simpatisan, caleg DPR yang juga fungsionaris PAN, juga sang caleg sendiri akan menjadi narasi pelbagai peristiwa meliputi rapat-rapat persiapan Premis yang diusung film ini adalah perjuangan seorang caleg di antara karut-marut Pemilu 2014.

 

Penghargaan Khusus Dewan Juri – Film Dokumenter Panjang

CERITA TENTANG CAK MUNIR

Cerita Tentang Cak Munir adalah film dokumenter biografi yang merangkum kesaksian orang-orang terdekat Munir Said Thalib tentang interaksinya dan bagaimana hubungan di antara mereka terbangun dan saling mempengaruhi satu sama lain dalam relasi yang terjalin. Munir Said halib adalah aktivis Hak Asasi Manusia kelahiran Malang, 8 Desember 1965. Selama hidupnya Ia telah banyak mengadvokasi banyak kasus perburuhan dan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia berat. Ia meninggal diracun dalam penerbangannya menuju Belanda pada tanggal 7 September 2004. Film documenter berdurasi 90 menit ini disutradarai oleh Hariwi, mahasiswa semester 6 STMM Yogyakarta, beserta teman-temannya dari komunitas AlienS Films.

 

Penghargaan Khusus Dewan Juri – Film Animasi

TENDANGAN HALILINTAR

Sebuah kompetisi antara si baik dan si jahat yang divisualisasikan dalam bentuk pertandingan sepak bola. Namun sepak bola ini bukan sepak bola biasa. Ini adalah sepak bola yang penuh ketegangan karena banyak hal yang tak terduga akan muncul yang membuat adrenalin terpacu. Adalah Akbar, yang didaulat sebagai kapten Tim Garuda harus terus berusaha melakukan yang terbaik bersama personel yang lainnya dalam menghadapi Alvan bersama Tim Super nya. Kemenangan Milik Kebaikan, itulah pesan utama dari film animasi besutan MD Animation ini.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Berita

Review : Ali & Ratu Ratu Queens

Published

on

By

ali dan ratu ratu queens

             Sebuah film yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang, khususnya fans dari Iqbaal Ramadhan  yaitu Ali & Ratu Ratu Queens akhirnya sudah tayang pada 17 Juni 2021 di Netflix. Film yang disutradari oleh Lucky Kuswandi berhasil menghipnotis penonton dengan berbagai kisah yang tersaji. Di awal film kita akan diperlihatkan tentang konflik keluarga Ali, di mana Mia (Marissa Anita) berkeinginan untuk mewujudkan mimpinya ke New York.

                Ali kecil telah tumbuh menjadi remaja yang tengah mencari jati dirinya. Setelah ditinggal pergi selama-lamanya oleh ayahnya (Ibnu Jamil), Ali bertekad untuk menyusul ibunya ke New York. Bermodal postcard yang tersimpan dalam rak dan hasil menyewakan rumah, Ali berangkat ke New York sendirian. Mulai dari sini perjalanan Ali akan dimulai.

                Film ini semakin menarik ketika Ali bertemu dengan ibu-ibu imigran asal Indonesia, yaitu Party (Nirina Zubir), Ance (Tika Panggabean), Chinta (Happy Salma), dan Biyah (Asri Welas). Keempat tokoh ini memiliki karakter yang berbeda, tapi hal itulah yang membuat film ini terasa lebih hidup. Ali tinggal di apartemen  milik keempat tante-tante ini selama pencarian menemukan ibunya. Namun, nantinya semua kisah Ali akan mengalir dan bergulir seiring dirinya akrab dengan keempat tante-tante itu.

                Perjalanan cerita film ini mulai terasa sendu ketika Ali harus menerima kenyataan jika ibunya lebih memilih kehidupannya di kota New York. Namun, Ali beruntung dia menemukan arti keluarga versinya sendiri. Keluarga tak hanya ada ayah, ibu, atau anak melainkan orang-orang yang sayang dan peduli itulah keluarga yang sebenarnya.

                Film ini benar-benar mencampuradukkan emosi penontonnya, pasalnya banyak adegan yang dibungkus dengan sebuah komedi dan ada juga adegan emosional menguras perasaan. Peran para ratu juga berpengaruh dalam membangun jalannya cerita. Para pemain memainkan perannya masing-masing dengan ciri khas karakter yang kuat. Dialog serta gestur tubuh pun juga sangat mudah dipahami oleh penonton.

                Para pemain pendukung seperti Budhe (Cut Mini) yang kuat berpegang teguh dengan tradisi keluarga serta memegang teguh amanat dari ayahnya Ali diperankan dengan sangat baik. Selain itu, adanya Zul (Bayu Skak) menambahkan kesan komedi di awal film.

                Keunggukan-keunggulan lainnya dalam film Ali & Ratu Ratu Queens yaitu kita akan disuguhkan sisi lain kota New York. Bukan tentang tempat estetik nan romantis, tapi kita akan dibawa berkeliling melihat toko, street food, dan jalanan kota New York.

                Sedangkan untuk kekurangannya yaitu ending atau penyelesaian konfliknya terkesan kurang greget, di mana endingnya seakan-akan dibuat menggantung dan penonton dibuat harus menerka-nerkanya sendiri.

                Hal yang paling menarik dari film ini adalah pesan yang akan disampaikan. Ali menjadi korban keegoisan kedua orang tuanya, hingga akhirnya setelah ayahnya meninggal Ali hidup dalam kesendirian. Permasalahan itu cukup relate dengan masyarakat Indonesia saat ini, di mana anak yang tidak tahu-menahu harus menjadi korban akibat keegoisan atau permasahan orang tuanya.

                Film ini sangat recommended untuk ditonton di rumah karena film ini tidak tayang di bioskop melainkan tayang di aplikasi streaming Netflix. Dengan kondisi pandemi saat ini memang tidak ada salahnya untuk tetap menonton film di rumah bersama keluarga.

Continue Reading

Berita

Film KKN Desa Penari Akan Segera Tayang Di Bulan Mei 2021, Catat!

Published

on

KKN DESA PENARI 2021

Beberapa tahun yang lalu kita dihebohkan dengan sebuah cerita yang Panjang dan sangat menarik untuk disimak. Bermula dari cerita di twitter yang di buat oleh akun simple man, cerita ini menarik perhatian para pembaca diberbagai kalangan. Sebagai permulaan cerita ini awalnya hanya memiliki sudut pandang narasumber dan ternyata muncul dari beberapa sudut pandang cerita dari narasumber yang berbeda. Semakin banyak versi narasumber semakin membuat penasaran para pembaca unutk mengetahui alur cerita sebenarnya. Cerita ini memang sangat fenomenal entah ini dari cerita sebenarnya atau fiktif dan akhirnya diangkat ke layar lebar.

Sempat mengalami beberapa kendala jadwal penayangan di layar lebar akhirnya MD Pictures selaku produsen film ini telah merilis bahwa akan tayang serentak pada tanggal 19 Maret 2020. Namun, pihak MD Pictures telah mengumumkan akan adanaya penundaan penayangan sampai waktu yang belum di tentukan. Banyak beredar di media sosial bahwa penundaan terjadi karena dunia sedang dilanda pandemi dan khususnya Indonesia juga mengalami penyebaran yang snagat pesat sehingga membuat peraturan mengalami banyak perubaha termasuk dalam bioskop. Tetapi, pihak MD Pictures membantah hal tersebut karena penundaa penayangan terjadi karena adanya kesalahan teknis.

Akhirnya pada tahun 2020 bulan oktober tepatnya tanggal 3, MD Pictures mengumumkan bahwa tanggal rilis secara resmi film KKN Desa Penari ini pada tanggal 13 Mei 2021 bulan lebaran. Film ini memiliki durasi selama 124 Menit dan memakan anggaran sebesar 15 Miliar.

Waw, akhirnya film ini akan segera tayang jadi gak sabar pengen nonton dan jangan lupa jika nonton bioskop tetap patuhi protocol Kesehatan agar saling menjaga satu sama lain.

Continue Reading

Berita

Serial WeTV Original Layangan Putus mulai di produksi oleh MD Pictrures

Published

on

serial layangan putus

Dipenghujung tahun 2019 beredar cerita yang sangat viral di media sosial facebook yang pertama kali di unggah oleh seseorang yang memiliki nama akun Mommi Asf. Dalam cerita tersebut menceritakan dari cerita yang Panjang menjelaskan tentang rumah tangganya yang dalam keadaan baik-baik saja dan nyaris sempurna, tetapi lambat laun waktu berjalan penulis tersebut menemukan hal yang sangat mencengangkan yaitu ternyata suaminya menikah tanpa sepengetahuan dirinya dan cerita ini sangat viral yang kemudian dituangkan dalam bentuk novel.

Tidak hanya berhenti dinovel saja, bagi pecinta film Indonesia dan tahu cerita ini ada kabar gembira untuk kalian semua karena MD Pictures membuat kan cerita tersebut dalam bentuk digital series. WeTv Original “Layangan Putus” adalah karya sutradara kenamaan Benny Setiawan dan pemerannyapun tidak tanggung-tanggung yaitu Reza Rahardian, Putri Marino, Anya Geraldine, dan juga Frederika Cull serta putri Indonesia 2019.

Series ini akan dimulai pada kuartal 2 tahun 2021 tepat pada tanggal 10 april 2021 . manoj Punjabi, selaku CEO & Founder MD Pictures mengumumkan secara resmi bahwa Series Layangan Putus akan segera di produksi. Sebelumnya MD Pictures juga sukses membawa dua karya terbaiknya yaitu “My Lecturer My Husband” yang diperankan oleh Reza Rahardian dan Prilly Latuconsina dan “Kisah Untuk Geri” diperankan oleh Angga Yunanda dan Syifa Hadju. Kedua series tersebut menduduki puncak popularitas dari awal hingga akhir penayangan.

Wah jadi gak sabar nih ya kita tungu gebrakan terbaru dari MD Pictures di Layangan Putus apakah sesukses kedua series tadi diatas, kita nantikan saja karena sudah tidak sabar untuk menonton duet pemain yang lagi pada naik daun. Oh ya jangan lupa untuk menonton digital series layangan putus teman-teman bisa akses di WeTV Original yak karena nantinya akan rilis di provider tersebut dan semoga bisa diakses lebih dari satu provider mengingat MD Pictures juga Kerjasama dengan Iflix.

Continue Reading

Trending