Connect with us

Sinopsis

Sinopsis KKN Di Desa Penari

Published

on

Sinopsis KKN Di Desa Penari

Seorang laki-laki yang dikenal dengan sebutan Simpleman, mendapatkan sebuah kisah menyeramkan. Berawal dari 5 mahasiswa yang harus melaksanakan KKN di sebuah desa terpencil, Nur (Tissa Biani), Widya ( Adinda Thomas), Ayu (Aghniny Haque), Bima (Achmad Megantara), Anton (Calvin Jeremy) dan Wahyu ( M. Fajar Nugraga) tidak pernah menyangka kalau desa yang mereka pilih ternyata bukanlah desa biasa. Pak Prabu (Kiki Narendra)sang kepala desa memperingatkan mereka untuk tidak melewati batas gapura terlarang, sebuah gapura yang menuju tapak tilas. Tempat misterius itu mungkin ada hubungannya dengan sosok penari cantik yang mulai menganggu Nur dan juga Widya. Satu persatu mulai merasakan keanehan desa tersebut. Bima pun mulai berubah sikap. Proker KKN mereka berantakan, tampaknya penghuni ghaib desa tersebut tidak menyukai mereka. Nur akhirnya menemukan fakta mencengangkan bahwa salah satu dari mereka melanggar aturan yang paling fatal di desa tersebut. Teror sosok penari misterius semakin menyeramkan, mereka mencoba meminta bantuan Mbah Buyut (Diding Boneng) dukun setempat, namun sudah terlambat, mereka terancam tidak akan bisa pulang dengan selamat dari desa yang dikenal dengan sebutan desa penari itu.

Baca juga : sinopsis menjelang magrib

Sinopsis

Srimulat: Hil yang Mustahal Babak Pertama

Published

on

SINOPSIS SRIMULAT

Kelompok lawak Srimulat yang tengah populer di Jawa, mendadak terganggu penampilannya karena muncul pemain kendang yang lebih lucu bernama Gepeng (Bio One). Tepat pada saat itu, sebuah telegram dari Ibukota datang, mengundang Srimulat tampil di TV Nasional. Pemimpin Srimulat, Teguh (Rukman Rosadi) pun memenuhi undangan itu, Asmuni (Rifnu Wikana) diserahi tugas memimpin Srimulat ke Ibukota. Teguh pun merekrut Gepeng, mengajak pemain kendang itu bergabung dengan Srimulat. Di Ibukota, Gepeng harus bisa menyatukan diri dengan Srimulat yang terdiri dari Asmuni, Timbul (Dimas Anggara), Tarsan (Ibnu Jamil), Tessy (Erick Estrada), Paul (Morgan Oey), Basuki (Elang El Gibran), Nunung (Zulfa Maharani), Anna (Naima Al Jufri) dan Djudjuk (Erika Carlina). Di tengah keinginannya melebur menjadi keluarga Srimulat, Gepeng dan Basuki bertemu dengan Royani (Indah Permatasari), anak perempuan Babe Makmur (Rano Karno) pemilik kontrakan yang disewa Srimulat. Saat fokus Gepeng terganggu karena kehadiran Royani, Srimulat mendapat permintaan untuk tampil khusus di depan Presiden dan Ibu Negara. Apa yang akan terjadi kemudian? Apakah membuat Presiden dan Ibu Negara tertawa adalah sesuatu yang mustahil?

Baca juga : Ngeri-ngeri sedap

Continue Reading

Sinopsis

Ngeri-ngeri Sedap

Published

on

SINOPSIS NGERI NGERI SEDAP

Pak Domu dan Mak Domu yang tinggal bersama Sarma, ingin sekali tiga anaknya: Domu, Gabe dan Sahat yang sudah lama merantau pulang untuk menghadiri acara adat, tetapi mereka menolak pulang karena hubungan mereka tidak harmonis dengan Pak Domu.

Pak Domu dan Mak Domu akhirnya berpura-pura bertengkar dan ingin bercerai demi mendapatkan perhatian dari anak-anaknya.

Baca juga : Srimulat

Continue Reading

Sinopsis

Sinopsis Cinta Shubuh

Published

on

sinopsis cinta shubuh

Angga (Rey Mbayang), mahasiswa laki-laki yang jarang salat tepat waktu, jatuh cinta kepada Ratih (Dinda Hauw), perempuan muda cerdas dan relijius, yang tidak pernah mengharapkan laki-laki seperti Angga mampu mencuri hatinya. Tapi seperti para pujangga bilang, cinta tak kenal persyaratan, ia datang tanpa undangan. Keunikan Angga, ketulusan, keceriaan, dan pembawaannya membuat Ratih mau membuka hati, ia yang berprinsip untuk tidak pacaran akhirnya menerima Angga menjadi kekasih. Sebelum bertemu Angga, Ratih berharap memiliki pasangan yang mampu menjaga pandangannya, tinggi budi pekertinya, cerdas dan menjaga kewajiban sebagai manusia beragama. Semua harapan Ratih terkumpul dalam sosok kakak tingkat bernama Arya Satria Negara (Roger Danuarta), sosok laki-laki hampir sempurnya yang sebenarnya juga menyimpan rasa terhadap Ratih. Bedanya dengan Angga, Arya patuh pada setiap nilai dan aturan agama. Karena itulah, Arya tidak mendekati Ratih secara serampangan, menurut Arya, satu-satunya cara dirinya bisa bersama dengan Ratih adalah lewat ikatan pernikahan. Salat subuh tepat waktu adalah satu-satunya permintaan Ratih kepada Angga yang tidak pernah dilaksanakan dengan baik, permintaan yang akhirnya membuat Ratih memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.

Baca juga : Mengejar surga

Continue Reading

Trending