Connect with us

Berita

SINGLE, Film Penutup Tahun Dari Soraya Intercine Films

Published

on

Indosinema.com – Tahun 2015 akan segera berakhir. Seperti tahun-tahun sebelumnya, PT Soraya Intercine Films selalu mempersapkan karya terbaik di akhir tahun. Tahun ini film komedi SINGLE siap mengisi.Tahun lalu drama romatis menjadi pilihan, tapi tahun ini film komedi diharapkan memberi warna yang berbeda. “Saya antusias mengerjakan film komedi. Supaya penonton bisa tertawa saat nonton filmnya. Bisa melepaskan beban sepanjang tahun dan menyegarkan pikiran jelang tahun 2016” ujar Produser Sunil Soraya.
Harapan lainnya adalah film ini membawa keceriaan dan angin segar bagi perfilman Indonesia. “Sebagai filmmaker, kepuasaan kami adalah saat penonton bisa tertawa saat menyaksikan film yang dibintangi Raditya Dika ini.”
Kekuatan cerita, ide cerita dan pendatang baru di perfilman; Annisa Rawles sebagai Angel, Chandra Liow sebagai Joe serta twist yang menarik membuat Sunil percaya pada Raditya Dika, film yang diproduseri oleh Sunil Soraya ini juga semakin kuat karena didukung oleh aktor-aktris yang sangat kompeten dibidangnya antara lain Pandji Pragiwaksono sebagai Wawan, Babe Cabita sebagai Victor, Elvira Devinamira sebagai Vina dan Frederik Alexander sebagai Alva.
Pemain yang jago membuat orang tertawa mungkin sudah biasa tampil di film komedi. Karena itu Sunil menambahkan unsur drama yang kuat untuk menghadirkan pemain lain sebagai pendukung. “Kalau Dika dan teman-teman stand up sudah bisa ketebak bagaimana bisa membuat kita tertawa. Karena itu pemain-pemain lain yang bisa menyegarkan suasana,” kata Sunil.
Selain naskah, pemain dan lokasi, Sunil juga ingin memberikan nyawa maksimal dalam film ini melalui soundtrack yang digarap apik oleh Geisha dan D’masiv. “Musik sangat penting untuk mengantar penonton masuk dalam emosi cerita film. Geisha dan D’masiv sangat pas menciptakan musik di film ini,” lanjutnya.
Sunil optimis SINGLE akan mendapat hati penonton. Karena menjelang perilisannya, 17 Desember 2015, trailer film ini telah tembus lebih dari satu juta penonton. “Trailer adalah jendela bagi penonton untuk melihat bagian kecil film ini. Kalau viewer-nya sampai lebih dari satu juta artinya banyak yang tertarik untuk nonton filmnya. Ini menambah keyakinan saya,” tutupnya
Sama dengan Sunil sang produser, Raditya Dika juga sangat bersemangat menjelang rilisnya film SINGLE. Perannya sebagai pemain dan sutradara membuat Dika merasa bertanggung jawab besar untuk kesuksesan film ini. Karen itu Dika secara aktif mengabarkan perkembangan film ini melalui sosial media.
“Saya bersyukur follower saya di sosial media nggk bosen kalau saya update kabar film SINGLE. Mereka antusias menyambut film ini,” jelasnya
Menurut Dika, film SINGLE tak cuma menawarkan cerita yang menarik. Tapi juga gaya humor kekinian. “Humornya ala anak muda sekarang. Kisah jomblo kali ini beda degan film saya sebelumnya, kali ini saya berjuang untuk tidak jomblo,” tutup Raditya Dika

Continue Reading
Click to comment

Berita

Daftar Lengkap Nominasi Festival Film Indonesia 2016

Published

on

By

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Sebelum malam puncak FFI 2016 digelar pada 6 November 2016 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta panitia penyelenggara mengumumkan para nominasi Festival Film Indonesia 2016. Sebanyak 21 nominasi yang diumumkan, ada kategori nominasi baru yaitu nominasi kategori Lagu Tema Film Terbaik yang sebelumnya belum pernah ada penghargaan untuk mengisi OST dalam film. Berikut daftar lengkap nominasi Festival Film Indonesia 2016:

(lebih…)

Continue Reading

Berita

“Restorasi Film” Jadi Tema Festival Film Indonesia 2016

Published

on

By

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Jakarta, 21 September 2016 – Festival Film Indonesia (FFI) 2016 mengangkat ‘restorasi dan sensor’ sebagai tema besar dari pagelaran festival tersebut di tahun ini. Tema restorasi film diangkat melihat sistem pengarsipan film di Tanah Air yang masih jauh dari kata layak. Untuk membahas lebih jauh mengenai topik tersebut, Panitia FFI 2016 mengadakan diskusi dengan media di Foodism, Kemang, Jakarta.

Lukman Sardi, Ketua Panitia FFI 2016, mengatakan pagelaran FFI kali ini ingin kembali ke tujuan awal, yaitu sebagai bentuk apresiasi terhadap film-film terbaik karya anak bangsa. “Sejak awal FFI diadakan untuk menunjukkan ke publik bahwa film-film produksi Indonesia tidak kalah dengan film impor. Agar film Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Lukman dalam diskusi dengan media.

“Sayangnya, sistem pengarsipan yang buruk membuat banyak film-film klasik Indonesia yang rusak dan jadi tidak dapat ditonton. Hal ini sangat disayangkan mengingat film-film klasik tersebut merupakan potongan-potongan rekaman yang tersisa dari masanya dan akan selalu aktual untuk ditonton kembali, sebagai pesan dari generasi itu untuk generasi mendatang,” ujar Lukman.

Dia menambahkan upaya untuk merestorasi film-film Indonesia harus terus diapresiasi, dan sebagai perhelatan yang bertujuan untuk memajukan dunia perfilman Tanah Air, FFI bertanggungjawab untuk ikut aktif dalam upaya restorasi dan perbaikan sistem pengarsipan film nasional.

Lisabona Rahman, praktisi restorasi film, mengatakan film merupakan produk kebudayaan yang memiliki daya jangkau yang luar biasa. Dia percaya gambar gerak yang disertai suara, sebagai komponen utama dari film, perlu mendapat perhatian yang tidak kalah dengan buku maupun lukisan dalam pelestariannya.

“Di Amerika Serikat dan Eropa pun, film-film klasik tetap disimpan dengan baik dan dilestarikan. Film-film tersebut secara rutin diputar kembali untuk ditonton generasi muda disana,” ujar Lisabona.

Namun, upaya untuk merestorasi film klasik Indonesia tidak mudah. Hal ini disebabkan sistem pengarsipan yang buruk, sehingga gambar dari film lama yang disimpan dalam format pita seluloid sudah banyak yang rusak dan tidak layak tonton. Selain itu, biaya yang diperlukan untuk merestorasi satu film dari format seluloid ke format digital dengan kualtias gambar 4K mencapai Rp3,5 miliar.

“Tantangan tersebut tidak boleh menghentikan upaya kita untuk terus merestorasi film-film klasik Indonesia yang telah rusak dan tidak dapat ditonton. Selain itu, kita juga perlu mendorong pengembangan sistem pengarsipan film yang lebih baik. Sehingga film-film klasik yang telah direstorasi dan film-film lain yang dibuat saat ini, tetap dapat ditonton dengan kualitas gambar yang baik di tahun-tahun mendatang,” ujar Lisabona.

Continue Reading

Berita

Riri Riza Tampilkan Budaya Bugis di Film Athirah

Published

on

By

film athirah

Film Athirah diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Alberthiene Endah yang terinspirasi dari kisah nyata Ibunda Jusuf Kalla.

Athirah menggambarkan pergulatan seorang perempuan Bugis yang ingin mempertahankan keutuhan keluarganya saat pada perempuan lain memasuki kehidupan suaminya. Di saat yang sama, anak lelaki tertuanya yang masih remaja, Ucu mengalami kesulitan memahami Athirah dan konflik yang tengah terjadi di tengah keluarganya.

film athirah

Riri Riza dan Pemain Film Athirah

Di Sutradarai oleh Riri Riza yang merupakan orang Bugis Makassar yang akhirnya tertarik untuk membuat film ini karena memang Miles Film belum pernah membuat film dengan latar belakang budaya Bugis. “Suatu kesempatan yang sulit sekali saya tolak, saya merasa sangat terhormat berkesempatan kembali ke tempat saya berasal yang dekat sekali dengan saya akhirnya datang film Athirah ini. Bugis Makassar ini sebuah kebudayaan yang unik, punya karakteristik mungkin disamaratakan dengan budaya yang keras, sebenarnya budaya Bugis Makassar itu kompleks dan banyak keindahan kalau mau melihatnya dengan jarak langkah saja, mulai dari dapur, ruang makan dan kamar orang tua. Disitulah sebenarnya kita bisa melihat seperti apa orang Bugis Makassar.”ungkap Riri Riza saat Press conference peluncuran Video Clip OST film Athirah di Senopati Gallery.

film athirah

Cut Mini berperan sebagai Athirah

Sebagai sosok yang memerankan Athirah, Cut mini merasakan cerita ini penuh dengan emosional. “Athirah itu memiliki ekstra sabar sangat dahsyat, begitulah wanita dan begitu yang saya rasakan. Kayaknya saya juga harus lebih sabar. Pokoknya seperti yang tadi dibilang. Athirah selalu menutupi apapun yang dia rasakan. Yang penting anak-anak makan enak, bahagia. Biar yang lainnya Athirah yang urus,” ungkap Cut Mini.

Film Athirah ini diperankan beberapa artis, diantaranya Chistoffer Nelwan, Tika Bravani, Nino Prabowo, Jajang C Noer dan Miles Film juga melibatkan talenta-talenta dari Sulawesi Selatan dalam film ini, baik kru produksi atau jadi pemain.

Film ini akan tayang 29 September 2016 di bioskop.

film athirah

Continue Reading

Trending