Connect with us

Berita

Daftar Lengkap Nominasi Festival Film Indonesia 2016

Published

on

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Sebelum malam puncak FFI 2016 digelar pada 6 November 2016 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta panitia penyelenggara mengumumkan para nominasi Festival Film Indonesia 2016. Sebanyak 21 nominasi yang diumumkan, ada kategori nominasi baru yaitu nominasi kategori Lagu Tema Film Terbaik yang sebelumnya belum pernah ada penghargaan untuk mengisi OST dalam film. Berikut daftar lengkap nominasi Festival Film Indonesia 2016:

  1. FILM TERBAIK
  • AISYAH, BIARKAN KAMI BERSAUDARA
    Produser : Hamdani Koestoro
    Produksi : Film One Production.
  • ATHIRAH
    Produser : Mira Lesmana
    Produksi : Miles Films
  • RUDY HABIBIE
    Produser : Manoj Punjabi
    Produksi : MD Pictures
  • SALAWAKU
    Produser : Ray Zulham, Mike Julius
    Produksi : Kamala Films
  • SURAT DARI PRAHA
    Produser : Glenn Fredly, Angga Dwimas Sasongko, Anggia Kharisma
    Produksi : Visinema Pictures
  1. SUTRADARA TERBAIK
  • ATHIRAH – Riri Riza
  • HEADSHOT – Timo Tjahjanto & Kimo Stamboel (The Mo Brothers)
  • ISTIRAHATLAH KATA-KATA – Yosep Anggi Noen
  • MY STUPID BOSS – Upi
  • SALAWAKU – Pritagita Arianegara
  1. PENULIS SKENARIO ASLI TERBAIK
  • ADA CINTA DI SMA – Haqi Achmad & Patrick Effendy
  • AISYAH BIARKAN KAMI BERSAUDARA – Jujur Prananto
  • ISTIRAHATLAH KATA-KATA – Yosep Anggi Noen
  • TALAK 3 – Bagus Bramanti
  • ZIARAH – BW Purba Negara
  1. PENULIS SKENARIO ADAPTASI TERBAIK
  • ATHIRAH – Salman Aristo, Riri Riza
  • CATATAN DODOL CALON DOKTER – Ardiansyah Solaiman, Chadijah Masturi Siregar
  • MY STUPID BOSS – Upi
  • NGENEST : KADANG HIDUP PERLU DITERTAWAKAN – Ernest Prakasa
  • RUDY HABIBIE – Gina S. Noer, Hanung Bramantyo
  1. PENYUNTING GAMBAR TERBAIK
  • ADA APA DENGAN CINTA? 2 – W. Ichwandiardono
  • INI KISAH TIGA DARA – Aline Jusria
  • MY STUPID BOSS – Wawan I. Wibowo
  • RUDY HABIBIE – Wawan I. Wibowo
  • SURAT DARI PRAHA – Ahsan Andrian
  1. PENGARAH SINEMATOGRAFI TERBAIK
  • 3 SRIKANDI – Ipung Rachmat Syaiful
  • AISYAH BIARKAN KAMI BERSAUDARA – Edi Santoso
  • ATHIRAH – Yadi Sugandi
  • SALAWAKU – Faozan Rizal
  • SURAT DARI PRAHA – Ivan Anwal Pane
  1. PENGARAH ARTISTIK TERBAIK
  • ATHIRAH – Eros Eflin
  • HEADSHOT – Iqbal Marjono
  • MY STUPID BOSS – Ade Gimbal
  • RUDY HABIBIE – Allan Sebastian
  • THE WINDOW – Edy Wibowo
  1. PENATA SUARA TERBAIK
  • ADA CINTA DI SMA – Khikmawan Santosa, Mohamad Ikhsan Sungkar
  • ATHIRAH – Satrio Budiono
  • HEADSHOT – Fajar Yuskemal, Aria Prayogi, M. Ichsan Rachmaditta
  • I AM HOPE – Satrio Budiono
  • RUDY HABIBIE – Satrio Budiono, Khikmawan Santosa
  1. PENATA MUSIK TERBAIK
  • ADA APA DENGAN CINTA? 2 – Anto Hoed & Melly Goeslaw
  • NAY – Zeke Khaseli & Yudhi Arfani
  • RUDY HABIBIE – Tya Subiakto, Krisna Purna
  • SURAT DARI PRAHA – Thoersi Argeswara
  • SALAWAKU – Thoersi Argeswara
  1. PENATA EFEK VISUAL TERBAIK
  • BANGKIT – Raiyan Laksamana
  • COMIC 8 CASINO KINGS PART-2 – Eric Kawilarang, Andi Wijaya, Pawan Sanjaya
  • HEADSHOT – Andi Novianto
  • WARKOP DKI REBORN : JANGKRIK BOSS PART-1 – Eric Kawilarang, Andi Wijaya, Pawan Sanjaya
  • WONDERFUL LIFE – Fixit
  1. LAGU TEMA FILM TERBAIK
  • ADA APA DENGAN CINTA? 2 – “RATUSAN PURNAMA”- Musik : Anto Hoed, Melly Goeslaw. Lirik : Melly Goeslaw
  • ATHIRAH – “RUANG BAHAGIA”- Musik & Lirik : Endah N Rhesa
  • BANGKIT – “BANGKIT!”- Musik & Lirik : Nidji
  • RUDY HABIBIE – “MENCARI CINTA SEJATI”- Musik : Anto Hoed, Melly Goeslaw
  • SALAWAKU – “IMAJI SUNYI”- Musik : Nico Veryandi. Lirik : Siska Salman
  1. PENATA BUSANA TERBAIK
  • ADA APA DENGAN CINTA? 2 – Chitra Subyakto
  • ATHIRAH – Chitra Subyakto
  • INI KISAH TIGA DARA – Tania Soeprapto
  • MY STUPID BOSS – Quartini Sari
  • RUDY HABIBIE – Retno Ratih Damayanti
  1. PEMERAN UTAMA PRIA TERBAIK
  1. PEMERAN UTAMA WANITA TERBAIK
  • ATHIRAH – Cut Mini
  • IBU MAAFKAN AKU – Christine Hakim
  • NAY – Sha Ine Febriyanti
  • RUDY HABIBIE – Chelsea Islan
  • WONDERFUL LIFE – Atiqah Hasiholan
  1. PEMERAN PENDUKUNG PRIA TERBAIK
  • AISYAH BIARKAN KAMI BERSAUDARA – Arie Kriting
  • ATHIRAH – Arman Dewarti
  • CATATAN DODOL CALON DOKTER – Adi Kurdi
  • MY STUPID BOSS – Alex Abbad
  • SALAWAKU – JFlow Matulessy
  1. PEMERAN PENDUKUNG WANITA TERBAIK
  • ADA APA DENGAN CINTA? 2 – Sissy Prescillia
  • AISYAH BIARKAN KAMI BERSAUDARA – Lydia Kandou
  • INI KISAH TIGA DARA – Titiek Puspa
  • SALAWAKU – Raihaanun
  • SURAT DARI PRAHA – Widyawati Sophiaan
  1. PEMERAN ANAK TERBAIK
  • AISYAH BIARKAN KAMI BERSAUDARA – Dionisius Rivaldo Moruk
  • BANGKIT! – Adryan Bima
  • SALAWAKU – Elko Kastanya
  • SURAT CINTA UNTUK KARTINI – Christabelle Grace Marbun
  • WONDERFUL LIFE – Sinyo
  1. FILM PENDEK TERBAIK
  • KITORANG BASUDARA. Sutradara : Ninndi Raras. Produksi : Dinas Kebudayaan DIY.
  • MEMORIA TANAH INGATAN. Sutradara : Kamila Andini. Produksi : Hivos / Treewater Production
  • ON THE ORIGIN OF FEAR. Sutradara : Bayu Prihantoro Filemon. Produksi : KawanKawan Film
  • PANGREH. Sutradara : Harvan Agustriansyah. Produksi : Three O Eight Films / Program Fasilitasi Film Pendek 2015
  • PRENJAK. Sutradara : Wregas Bhanuteja. Produksi : Studio Batu
  1. FILM ANIMASI TERBAIK
  • Sutradara : Robert Sunny. Produksi : Robot Kertas Studios / Universitas Multimedia Nusantara
  • ADIT SOPO JARWO : EYANG DATANG SEMUA SENANG. Sutradara : Indrajaya & Omar Aryaindra. Produksi : MD Animation
  • ADIT SOPO JARWO : FESTIVAL PERAHU KERTAS BERLAYAR TANPA BATAS. Sutradara : Indrajaya & Omar Aryaindra. Produksi : MD Animation
  • REFORM. Sutradara : M. Ramza Ardyputra. Produksi : Odena Animation
  • SURAT UNTUK JAKARTA. Sutradara : Andre Sugianto, Aditya Prabaswara, Ardhira Anugrah Putra. Produksi : Pijaro
  1. FILM DOKUMENTER PANJANG TERBAIK
  • GESANG SANG MAESTRO KERONCONG. Sutradara : Marselli Sumarno. Produksi : Visinema
  • INDONESIA KIRANA. Sutradara : Febian Nurrahman Saktinegara. Produksi : Embara Films
  • MASEAN’S MESSAGES. Sutradara : Dwitra J. Ariana. Produksi : Sanggar Siap Selem / Elsam / Penggak Men Mersi Puri Kesiman
  • NOKAS. Sutradara : Manuel Alberto Maia. Produksi : Komunitas Film Kupang
  • PETANI TERAKHIR. Sutradara : Dwitra J. Ariana. Produksi : Sanggar Siap Selem
  1. FILM DOKUMENTER PENDEK TERBAIK
  • 880 MDPL. Sutradara : Muhammad Mirza & Ahmalul Fauzan. Produksi : Aceh Documentary
  • DI KALIURANG. Sutradara : Fransiscus Magastowo. Produksi : Dinas Kebudayaan DIY
  • MAMA AMAMAPARE. Sutradara : Yonri S. Revolt & Febian Kakisina. Produksi : Eagle Institute Indonesia
  • TARUNG. Sutradara : Steve Pillar Setiabudi. Produksi : KawanKawan Film
  • WASIS.Sutradara : Ima Puspita Sari. Produksi : JR Youth Coop

 

Continue Reading
Click to comment

Berita

“Restorasi Film” Jadi Tema Festival Film Indonesia 2016

Published

on

By

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Jakarta, 21 September 2016 – Festival Film Indonesia (FFI) 2016 mengangkat ‘restorasi dan sensor’ sebagai tema besar dari pagelaran festival tersebut di tahun ini. Tema restorasi film diangkat melihat sistem pengarsipan film di Tanah Air yang masih jauh dari kata layak. Untuk membahas lebih jauh mengenai topik tersebut, Panitia FFI 2016 mengadakan diskusi dengan media di Foodism, Kemang, Jakarta.

Lukman Sardi, Ketua Panitia FFI 2016, mengatakan pagelaran FFI kali ini ingin kembali ke tujuan awal, yaitu sebagai bentuk apresiasi terhadap film-film terbaik karya anak bangsa. “Sejak awal FFI diadakan untuk menunjukkan ke publik bahwa film-film produksi Indonesia tidak kalah dengan film impor. Agar film Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Lukman dalam diskusi dengan media.

“Sayangnya, sistem pengarsipan yang buruk membuat banyak film-film klasik Indonesia yang rusak dan jadi tidak dapat ditonton. Hal ini sangat disayangkan mengingat film-film klasik tersebut merupakan potongan-potongan rekaman yang tersisa dari masanya dan akan selalu aktual untuk ditonton kembali, sebagai pesan dari generasi itu untuk generasi mendatang,” ujar Lukman.

Dia menambahkan upaya untuk merestorasi film-film Indonesia harus terus diapresiasi, dan sebagai perhelatan yang bertujuan untuk memajukan dunia perfilman Tanah Air, FFI bertanggungjawab untuk ikut aktif dalam upaya restorasi dan perbaikan sistem pengarsipan film nasional.

Lisabona Rahman, praktisi restorasi film, mengatakan film merupakan produk kebudayaan yang memiliki daya jangkau yang luar biasa. Dia percaya gambar gerak yang disertai suara, sebagai komponen utama dari film, perlu mendapat perhatian yang tidak kalah dengan buku maupun lukisan dalam pelestariannya.

“Di Amerika Serikat dan Eropa pun, film-film klasik tetap disimpan dengan baik dan dilestarikan. Film-film tersebut secara rutin diputar kembali untuk ditonton generasi muda disana,” ujar Lisabona.

Namun, upaya untuk merestorasi film klasik Indonesia tidak mudah. Hal ini disebabkan sistem pengarsipan yang buruk, sehingga gambar dari film lama yang disimpan dalam format pita seluloid sudah banyak yang rusak dan tidak layak tonton. Selain itu, biaya yang diperlukan untuk merestorasi satu film dari format seluloid ke format digital dengan kualtias gambar 4K mencapai Rp3,5 miliar.

“Tantangan tersebut tidak boleh menghentikan upaya kita untuk terus merestorasi film-film klasik Indonesia yang telah rusak dan tidak dapat ditonton. Selain itu, kita juga perlu mendorong pengembangan sistem pengarsipan film yang lebih baik. Sehingga film-film klasik yang telah direstorasi dan film-film lain yang dibuat saat ini, tetap dapat ditonton dengan kualitas gambar yang baik di tahun-tahun mendatang,” ujar Lisabona.

Continue Reading

Berita

Riri Riza Tampilkan Budaya Bugis di Film Athirah

Published

on

By

film athirah

Film Athirah diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Alberthiene Endah yang terinspirasi dari kisah nyata Ibunda Jusuf Kalla.

Athirah menggambarkan pergulatan seorang perempuan Bugis yang ingin mempertahankan keutuhan keluarganya saat pada perempuan lain memasuki kehidupan suaminya. Di saat yang sama, anak lelaki tertuanya yang masih remaja, Ucu mengalami kesulitan memahami Athirah dan konflik yang tengah terjadi di tengah keluarganya.

film athirah

Riri Riza dan Pemain Film Athirah

Di Sutradarai oleh Riri Riza yang merupakan orang Bugis Makassar yang akhirnya tertarik untuk membuat film ini karena memang Miles Film belum pernah membuat film dengan latar belakang budaya Bugis. “Suatu kesempatan yang sulit sekali saya tolak, saya merasa sangat terhormat berkesempatan kembali ke tempat saya berasal yang dekat sekali dengan saya akhirnya datang film Athirah ini. Bugis Makassar ini sebuah kebudayaan yang unik, punya karakteristik mungkin disamaratakan dengan budaya yang keras, sebenarnya budaya Bugis Makassar itu kompleks dan banyak keindahan kalau mau melihatnya dengan jarak langkah saja, mulai dari dapur, ruang makan dan kamar orang tua. Disitulah sebenarnya kita bisa melihat seperti apa orang Bugis Makassar.”ungkap Riri Riza saat Press conference peluncuran Video Clip OST film Athirah di Senopati Gallery.

film athirah

Cut Mini berperan sebagai Athirah

Sebagai sosok yang memerankan Athirah, Cut mini merasakan cerita ini penuh dengan emosional. “Athirah itu memiliki ekstra sabar sangat dahsyat, begitulah wanita dan begitu yang saya rasakan. Kayaknya saya juga harus lebih sabar. Pokoknya seperti yang tadi dibilang. Athirah selalu menutupi apapun yang dia rasakan. Yang penting anak-anak makan enak, bahagia. Biar yang lainnya Athirah yang urus,” ungkap Cut Mini.

Film Athirah ini diperankan beberapa artis, diantaranya Chistoffer Nelwan, Tika Bravani, Nino Prabowo, Jajang C Noer dan Miles Film juga melibatkan talenta-talenta dari Sulawesi Selatan dalam film ini, baik kru produksi atau jadi pemain.

Film ini akan tayang 29 September 2016 di bioskop.

film athirah

Continue Reading

Berita

Akan Difilmkan, “Trinity, The Nekad Traveler” Syuting di 3 Negara

Published

on

By

trinity the nekad traveler

Jakarta, 15 Agustus 2016 Siapa yang tak kenal dengan Trinity? Travel Blogger pertama di Indonesia yang awalnya hanya menulis cerita perjalanannya di blog dan berlanjut menerbitkan buku yang hingga sekarang sudah terbit sebanyak 13 series.

Setelah sukses merilis film ‘Air Mata Surga’ Tujuh Bintang Sinema siap mengangkat kisah Trinity dengan judul “Trinity, The Nekad Traveler” yang berbeda dari film traveler lainnya. Dalam film ini, tak menonjolkan sisi keindahan dan percintaan saja, tetapi juga akan ada tips-tips traveling yang smart bukan yang murah, ungkap Rizal Mantovasi selaku Sutradara saat Press conference di Davinci.

Di film “Trinity, The Nekad Traveler” akan menceritakan masa mudanya Trinity yang akan diperankan oleh Maudy Ayunda yang waktu sebagai karyawan sering menghadapi kendala terbatasnya jatah cuti, sehingga sering berantem dengan Boss (Ayu Dewi). Trinity juga harus memutar otak agar bisa liburan dengan budget hemat, namun tetap nyaman. Selain itu sebagai gadis keturunan Batak dan Sunda, Trinity juga sering mendapat tekanan dari keluarga besarnya untuk segera serius memikirkan calon pendamping hidupnya. Namun sayang, kisah Trinity tak seindah perjalanan liburannya. Hingga akhirnya, Trinity bertemu dengan Paul (Hamish Daud) seorang pemuda yang juga memiliki hobi traveling dan fotografi. Sahabat-sahabat Trinity, Yasmin (Rachel Amanda) dan Nina (Anggika Bolsterli) mendukung hubungan keduanya, tapi sepupunya yakni Erza (Babe Cabita) menentang habis-habisan.

"Trinity, The Nekad Traveler"

Pemain dan Kru “Trinity, The Nekad Traveler”

“Trinity, The Nekad Traveler” ini akan mengambil syuting di 3 Negara, yakni Indonesia, Maldives, dan Philipina. Untuk Indonesia sendiri, tempat yang akan dijadikan lokasi film diantaranya Makassar, Lampung dan Nusa Tenggara Timur. Pemilihan negara ini juga perlu melakukan riset, kenapa memilih Philipina karena negara tersebut sudah menjadi rumah kedua Trinity yang sempat melanjutkan study disana dan untuk Maldives salah satu destinasi wisata yang  ingin dikunjungi masyarakat Indonesia karena keindahannya. Trinity mengaku sudah melakukan traveling ke 30 Provinsi di Indonesia dan 73 Negara.

Proses pengerjaan skenario film yang ditulis oleh Rahabi Mandra dan Piu Syarif ini memakan waktu selama 2 tahun sejak 2014 karena harus melakukan riset yang sangat teliti dan lama.

Artis yang akan turut bemain dalam film “Trinity, The Nekad Traveler” adalah Farhan, Cut Mini dan beberapa pemain lainnya.

Tunggu kisah seru “Trinity, The Nekad Traveler” di bioskop segera!

Continue Reading

Trending