Connect with us

Berita

Daftar Nominasi Festival Film Indonesia 2014

Published

on

Pengumuman daftar nominasi Festival Film Indonesia 2014 digelar malam ini. Sebagaimana sudah diberitakan, bahwa perhelatan Malam Puncak Festival Film Indonesia 2014 akan dilaksanakan di Palembang pada 6 Desember 2014.

Berikut adalah daftar lengkap nominasi Festival Film Indonesia 2014:

1. Penata Busana Terbaik 

  • Hemalia Ghea – 3 Nafas Likas
  • Retno Ratih Damayanti – 99 Cahaya Di Langit Eropa
  • Retno Ratih Damayanti – Soekarno
  • Samuel Watimenna – Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
  • Angelia Florencia – Street Society

 

2. Pengarah Artistik Terbaik

  • Frans XR Paat – 3 Nafas Likas
  • Eros Eflin – Sokola Rimba
  • Yusuf Kaisuku – Cahaya Dari Timur
  • Iqbal Marjono – Tabula Rasa
  • Allan Sebastian – Soekarno

 

3. Penata Visual Efek Terbaik

  • Raiyan Laksmana – 3 Nafas Likas
  • Eric Kawilarang – Guardian
  • Totok Santoso / HillBoy – Comic 8
  • Andi Novanto – Killers
  • Eltra Studio & Adam Howarth – Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

 

4. Penata Suara Terbaik 

  • Fajar Yuskemal & Aria Prayogi – Killers
  • Satrio Budiono – Cahaya Dari Timur
  • Khikmawan Santosa – Sepatu Dahlan
  • Sutrisno & Satrio Budiono  – Soekarno
  • Satrio Budiono, Yusuf Patawari – Sokola Rimba

 

5. Penata Musik Terbaik

  • Fajar Yuskemal & Aria Prayogi  – Killers
  • Ivan Gojaya “Iponk – Selamat Pagi, Malam
  • Tya Subiakto  – Soekarno
  • Aksan Sjuman – Sokola Rimba
  • Lie Indra Perkasa – Tabula rasa

 

6. Penyunting Gambar Terbaik

  • Ryan Purwoko – 99 Cahaya di langit Eropa
  • Yoga Krispratama – Cahaya Dari Timur
  • Sastha Sunu – Sebelum Pagi Terulang kembali
  • W Ichwarndiardono – Sokola Rimba
  • Cesa David Luckmansyah & Wawan I Wibowo- Soekarno

 

7. Pengarah Sinematografi Terbaik

  • Hani Pradigya – 3 Nafas Likas
  • Robie Taswin – Cahaya Dari Timur
  • Nur Hidayat – Sebelum Pagi Terulang Kembali
  • Rendra Yuswono  – Sepatu Dahlan
  • Faozan Rizal  – Soekarno

 

8. Penulis Skenario Adaptasi Terbaik

  • Titien Watimena – 3 Nafas Likas
  • Swastika Nohara, M Irfan Ramly, Angga Dwimas Sasongko – Cahaya Dari Timur
  • Hanung Bramantyo & Ben Sihombing – Soekarno
  • Riri Riza – Sokola Rimba
  • H. Imam Tantowi, Donny Dhirgantoro, Rieham Junianti, Sunl Soraya – Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

 

9. Penulis Skrenario Asli Terbaik

  • Ninit Yunita – Mari Lari
  • Sinar Ayu Massie – Sebelum Pagi Terulang Kembali
  • Lola Amaria – Negeri Tanpa Telinga
  • Lucky Kuswandi & Ucu Agustin – Selamat Pagi Malam
  • Tumpal Tampubolon – Tabula Rasa

 

10. Film Terbaik

  • 3 Nafas Likas
  • Cahaya Dari Timur
  • Sebelum Pagi Terulang Kembali
  • Soekarno
  • Sokola Rimba

 

11. Pemeran Pendukung Wanita Terbaik

  • Jajang C Noer – 3 Nafas Likas
  • Laura Basuki – Haji Backpacker
  • Nirina Zubir – Silent Hero
  • Jajang C Noer – Cahaya Dari Timur
  • Tika Bravani – Soekarno

 

12. Pemeran Pendukung Pria Terbaik

  • Yayu Unru – Tabula Rasa
  • Reza Rahadian – Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
  • Lukman Sardi – Soekarno
  • Nino Fernandez – 99 Cahaya Di Langit Eropa
  • Ringgo Agus – Sebelum Pagi Terulang Kembali

 

13. Pemeran Utama Pria Terbaik

  • Vino G Bastian – 3 Nafas Likas
  • Abimana – Haji Backpacker
  • Herjunot Ali – Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
  • Chicco Jericho – Cahaya Dari Timur
  • Ario Bayu – Soekarno

 

14. Pemeran Utama Wanita Terbaik

  • Atiqah Hasiholan – 3 Nafas Likas
  • Revalina S Temat – Hijrah Cinta
  • Maudy Koesnaedy – Soekarno
  • Prisia Nasution – Sokola Rimba
  • Dewi Irawan – Tabula Rasa

 

15. Sutradara Terbaik

  • Rako Prijanto – 3 Nafas Likas
  • Lucky Kuswandi – Selamat Pagi Malam
  • Hanung Bramantyo – Soekarno
  • Riri Riza – Sokola Rimba
  • Adriyanto Dewo – Tabula Rasa

 

16. Film Pendek

  • SOWAN, produksi Khatulistiwa Film, sutradara Bobby Prasetyo
  • POLAH, produksi Madaya Plan, sutradara Arie Surastio
  • MARYAM, produksi Bioskop Merdeka Film, sutradara Sidi Saleh
  • ANOMASTIKA, produksi Lanjong Production, sutradara Loeloe Hendra
  • SEPATU BARU, produksi Institut Kesenian Makassar, sutradara Aditya Ahmad

 

17. Film Dokumenter

  • PENDERES DAN PENGIDEP, produksi Papringan Pictures, sutradara Achmad Ulfi
  • NGULON, produksi Rumah Dokumenter, sutradara Tony Trimarsanto
  • QUR’AN SANG PAUS, produksi FFTV IKJ, sutradara Ary Aristo
  • MASKED MONKEY (THE EVOLUTION OF DARWIN THEORY), produksi Lubish Team Worker, sutradara Ismail Fahmi Lubish
  • DOLANAN KEHIDUPAN, produksi Eagle Institut Indonesia, sutradara Afina Fahtu M & Yopa Arfi

 

18. Film Animasi

  • ASIA RAYA, produksi Crymsonite Pictures, sutradara Anka Atmawijaya Adinegara
  • ADIT & SOPO JARWO Episode MOTOR BARU, produksi MD Animation, sutradara Dana Riza dan Indrajaya
  • ANAK BANGSA, produksi Clubink Animation House, sutradara M. Panji Shofiullah
  • LOVE PAPER, produksi Lanjar Tantjap, sutradara Bambang “Ipoenk” KM
  • PRET, produksi Lanting Animation, sutradara Firman Wijasmara

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Berita

Review : Ali & Ratu Ratu Queens

Published

on

By

ali dan ratu ratu queens

             Sebuah film yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang, khususnya fans dari Iqbaal Ramadhan  yaitu Ali & Ratu Ratu Queens akhirnya sudah tayang pada 17 Juni 2021 di Netflix. Film yang disutradari oleh Lucky Kuswandi berhasil menghipnotis penonton dengan berbagai kisah yang tersaji. Di awal film kita akan diperlihatkan tentang konflik keluarga Ali, di mana Mia (Marissa Anita) berkeinginan untuk mewujudkan mimpinya ke New York.

                Ali kecil telah tumbuh menjadi remaja yang tengah mencari jati dirinya. Setelah ditinggal pergi selama-lamanya oleh ayahnya (Ibnu Jamil), Ali bertekad untuk menyusul ibunya ke New York. Bermodal postcard yang tersimpan dalam rak dan hasil menyewakan rumah, Ali berangkat ke New York sendirian. Mulai dari sini perjalanan Ali akan dimulai.

                Film ini semakin menarik ketika Ali bertemu dengan ibu-ibu imigran asal Indonesia, yaitu Party (Nirina Zubir), Ance (Tika Panggabean), Chinta (Happy Salma), dan Biyah (Asri Welas). Keempat tokoh ini memiliki karakter yang berbeda, tapi hal itulah yang membuat film ini terasa lebih hidup. Ali tinggal di apartemen  milik keempat tante-tante ini selama pencarian menemukan ibunya. Namun, nantinya semua kisah Ali akan mengalir dan bergulir seiring dirinya akrab dengan keempat tante-tante itu.

                Perjalanan cerita film ini mulai terasa sendu ketika Ali harus menerima kenyataan jika ibunya lebih memilih kehidupannya di kota New York. Namun, Ali beruntung dia menemukan arti keluarga versinya sendiri. Keluarga tak hanya ada ayah, ibu, atau anak melainkan orang-orang yang sayang dan peduli itulah keluarga yang sebenarnya.

                Film ini benar-benar mencampuradukkan emosi penontonnya, pasalnya banyak adegan yang dibungkus dengan sebuah komedi dan ada juga adegan emosional menguras perasaan. Peran para ratu juga berpengaruh dalam membangun jalannya cerita. Para pemain memainkan perannya masing-masing dengan ciri khas karakter yang kuat. Dialog serta gestur tubuh pun juga sangat mudah dipahami oleh penonton.

                Para pemain pendukung seperti Budhe (Cut Mini) yang kuat berpegang teguh dengan tradisi keluarga serta memegang teguh amanat dari ayahnya Ali diperankan dengan sangat baik. Selain itu, adanya Zul (Bayu Skak) menambahkan kesan komedi di awal film.

                Keunggukan-keunggulan lainnya dalam film Ali & Ratu Ratu Queens yaitu kita akan disuguhkan sisi lain kota New York. Bukan tentang tempat estetik nan romantis, tapi kita akan dibawa berkeliling melihat toko, street food, dan jalanan kota New York.

                Sedangkan untuk kekurangannya yaitu ending atau penyelesaian konfliknya terkesan kurang greget, di mana endingnya seakan-akan dibuat menggantung dan penonton dibuat harus menerka-nerkanya sendiri.

                Hal yang paling menarik dari film ini adalah pesan yang akan disampaikan. Ali menjadi korban keegoisan kedua orang tuanya, hingga akhirnya setelah ayahnya meninggal Ali hidup dalam kesendirian. Permasalahan itu cukup relate dengan masyarakat Indonesia saat ini, di mana anak yang tidak tahu-menahu harus menjadi korban akibat keegoisan atau permasahan orang tuanya.

                Film ini sangat recommended untuk ditonton di rumah karena film ini tidak tayang di bioskop melainkan tayang di aplikasi streaming Netflix. Dengan kondisi pandemi saat ini memang tidak ada salahnya untuk tetap menonton film di rumah bersama keluarga.

Continue Reading

Berita

Film KKN Desa Penari Akan Segera Tayang Di Bulan Mei 2021, Catat!

Published

on

KKN DESA PENARI 2021

Beberapa tahun yang lalu kita dihebohkan dengan sebuah cerita yang Panjang dan sangat menarik untuk disimak. Bermula dari cerita di twitter yang di buat oleh akun simple man, cerita ini menarik perhatian para pembaca diberbagai kalangan. Sebagai permulaan cerita ini awalnya hanya memiliki sudut pandang narasumber dan ternyata muncul dari beberapa sudut pandang cerita dari narasumber yang berbeda. Semakin banyak versi narasumber semakin membuat penasaran para pembaca unutk mengetahui alur cerita sebenarnya. Cerita ini memang sangat fenomenal entah ini dari cerita sebenarnya atau fiktif dan akhirnya diangkat ke layar lebar.

Sempat mengalami beberapa kendala jadwal penayangan di layar lebar akhirnya MD Pictures selaku produsen film ini telah merilis bahwa akan tayang serentak pada tanggal 19 Maret 2020. Namun, pihak MD Pictures telah mengumumkan akan adanaya penundaan penayangan sampai waktu yang belum di tentukan. Banyak beredar di media sosial bahwa penundaan terjadi karena dunia sedang dilanda pandemi dan khususnya Indonesia juga mengalami penyebaran yang snagat pesat sehingga membuat peraturan mengalami banyak perubaha termasuk dalam bioskop. Tetapi, pihak MD Pictures membantah hal tersebut karena penundaa penayangan terjadi karena adanya kesalahan teknis.

Akhirnya pada tahun 2020 bulan oktober tepatnya tanggal 3, MD Pictures mengumumkan bahwa tanggal rilis secara resmi film KKN Desa Penari ini pada tanggal 13 Mei 2021 bulan lebaran. Film ini memiliki durasi selama 124 Menit dan memakan anggaran sebesar 15 Miliar.

Waw, akhirnya film ini akan segera tayang jadi gak sabar pengen nonton dan jangan lupa jika nonton bioskop tetap patuhi protocol Kesehatan agar saling menjaga satu sama lain.

Continue Reading

Berita

Serial WeTV Original Layangan Putus mulai di produksi oleh MD Pictrures

Published

on

serial layangan putus

Dipenghujung tahun 2019 beredar cerita yang sangat viral di media sosial facebook yang pertama kali di unggah oleh seseorang yang memiliki nama akun Mommi Asf. Dalam cerita tersebut menceritakan dari cerita yang Panjang menjelaskan tentang rumah tangganya yang dalam keadaan baik-baik saja dan nyaris sempurna, tetapi lambat laun waktu berjalan penulis tersebut menemukan hal yang sangat mencengangkan yaitu ternyata suaminya menikah tanpa sepengetahuan dirinya dan cerita ini sangat viral yang kemudian dituangkan dalam bentuk novel.

Tidak hanya berhenti dinovel saja, bagi pecinta film Indonesia dan tahu cerita ini ada kabar gembira untuk kalian semua karena MD Pictures membuat kan cerita tersebut dalam bentuk digital series. WeTv Original “Layangan Putus” adalah karya sutradara kenamaan Benny Setiawan dan pemerannyapun tidak tanggung-tanggung yaitu Reza Rahardian, Putri Marino, Anya Geraldine, dan juga Frederika Cull serta putri Indonesia 2019.

Series ini akan dimulai pada kuartal 2 tahun 2021 tepat pada tanggal 10 april 2021 . manoj Punjabi, selaku CEO & Founder MD Pictures mengumumkan secara resmi bahwa Series Layangan Putus akan segera di produksi. Sebelumnya MD Pictures juga sukses membawa dua karya terbaiknya yaitu “My Lecturer My Husband” yang diperankan oleh Reza Rahardian dan Prilly Latuconsina dan “Kisah Untuk Geri” diperankan oleh Angga Yunanda dan Syifa Hadju. Kedua series tersebut menduduki puncak popularitas dari awal hingga akhir penayangan.

Wah jadi gak sabar nih ya kita tungu gebrakan terbaru dari MD Pictures di Layangan Putus apakah sesukses kedua series tadi diatas, kita nantikan saja karena sudah tidak sabar untuk menonton duet pemain yang lagi pada naik daun. Oh ya jangan lupa untuk menonton digital series layangan putus teman-teman bisa akses di WeTV Original yak karena nantinya akan rilis di provider tersebut dan semoga bisa diakses lebih dari satu provider mengingat MD Pictures juga Kerjasama dengan Iflix.

Continue Reading

Trending