Connect with us

Berita

Film Indonesia Tayang Mei 2014

Published

on

Berikut adalah daftar film indonesia tayang Mei 2014 di bioskop. Akahkah bulan ini ada salah satu film yang bisa tembus 1 juta penonton? Menyusul Comic 8 yang masih menduduki urutan pertama film terlaris tahun ini.

1. Marmut Merah Jambu
Marmut Merah Jambu berkisah tentang Dika yang menceritakan kisah cinta pertamanya ketika dia SMA, yaitu dengan seorang perempuan bernama Ina Mangunkusumo. Seiring dengan Dika bercerita, seiring itu pula dia bertanya: “Benarkah cinta pertama enggak kemana-mana?”. Diperankan oleh Christoper Nelwan, Julian Liberty, Sonya Pandarmawan, Franda, Raditya Dika dan lain-lain akan tayang mulai 8 Mei 2014. Lihat dulu aksi kocak Raditya Dika dalam Trailer Marmut Merah Jambu.

2. Luntang Lantung
Luntang Lantung, Film arahan Fajar Nugros ini dari novel karya Roy Saputra. Film tentang petualangan seorang pemuda bernama Ari Budiman dalam mendapatkan pekerjaan ini akan tayang 8 Mei 2014 ini diperankan Dimas Anggara, Kimberly Ryder, Lolok, Dhea Seto, Muhadkly Acho, Ence Bagus, Soleh Solihun, Ronny P Tjandra.

3. Sebelum Pagi Terulang Kembali (@SPTKthemovie)
Sebelum Pagi Terulang Kembali, film arahan Lasya F. Susatyo diperankan oleh Maria Oentoe, Alex Komang, Nungki Kusumastuti, Teuku Rifnu Wikana, Fauzi Baadila, Adinia Wirasti, Roy Marten, Ibnu Jamil dan lain-lain. Tentang sepasang kakak diperankan oleh Teuku Rifnu Wikana (Firman) dengan dua adik yang pertama adalah Satria (Fauzi Baadila) dan Dian (Adinia Wirasti).

Mereka tumbuh dari keluarga sempurna: memiliki orangtua dan karib-keluarga yang baik-baik sebagai potret keluarga ideal. Mendapatkan pendidikan di sekolah dan di rumah yang baik. Namun timbul persoalan, ketika mereka harus menghadapi dunia nyata, apakah mereka akan tetap memegang nilai-nilai kebaikan seperti sebelumnya?. Saksikan mulai 8 Mei 2014 di bioskop.

4. 17 Tahun Ke Atas
Film arahan Nayato Fio Nuala yang diperankan oleh Ajun Prawira, Sonya Fatmala, Dahlia Polan dan Aditya Suryo ini akan tayang 14 Mei 2014 di bioskop.

5. Sang Pemberani
Sang Pemberani adalah sebuah film yang mengisahkan tekad dan keberanian seorang karateka muda dalam meraih impian, dengan latar belakang kondisi sosial masyarakat Aceh pasca tsunami. Diperankan Reza Hariyadi, Atika Sari, Tip Pakusadewo akan mulai tayang di bioksop 22 Mei 2014.

6. After School Horror
Produksi My Dream Pictures ini menampilkan Indah Permatasasi, Maxime Bouttie, Christ Laurent, Pamela Bowie, Yovie Gracia dan penampilan khusus Marissa Nasution akan tayang 22 Mei 2014 di bioskop.

7. Hotline 666
Film Horor Hotline 666: delivery to hell diperankan  Yama Carlos, Nata Naritha, Alodya Desi, Bennu Audrey, Khadija, Lutfhi Agizal tayang 22 Mei 2014.

 

 

Continue Reading
Click to comment

Berita

Daftar Lengkap Nominasi Festival Film Indonesia 2016

Published

on

By

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Sebelum malam puncak FFI 2016 digelar pada 6 November 2016 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta panitia penyelenggara mengumumkan para nominasi Festival Film Indonesia 2016. Sebanyak 21 nominasi yang diumumkan, ada kategori nominasi baru yaitu nominasi kategori Lagu Tema Film Terbaik yang sebelumnya belum pernah ada penghargaan untuk mengisi OST dalam film. Berikut daftar lengkap nominasi Festival Film Indonesia 2016:

(lebih…)

Continue Reading

Berita

“Restorasi Film” Jadi Tema Festival Film Indonesia 2016

Published

on

By

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Jakarta, 21 September 2016 – Festival Film Indonesia (FFI) 2016 mengangkat ‘restorasi dan sensor’ sebagai tema besar dari pagelaran festival tersebut di tahun ini. Tema restorasi film diangkat melihat sistem pengarsipan film di Tanah Air yang masih jauh dari kata layak. Untuk membahas lebih jauh mengenai topik tersebut, Panitia FFI 2016 mengadakan diskusi dengan media di Foodism, Kemang, Jakarta.

Lukman Sardi, Ketua Panitia FFI 2016, mengatakan pagelaran FFI kali ini ingin kembali ke tujuan awal, yaitu sebagai bentuk apresiasi terhadap film-film terbaik karya anak bangsa. “Sejak awal FFI diadakan untuk menunjukkan ke publik bahwa film-film produksi Indonesia tidak kalah dengan film impor. Agar film Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Lukman dalam diskusi dengan media.

“Sayangnya, sistem pengarsipan yang buruk membuat banyak film-film klasik Indonesia yang rusak dan jadi tidak dapat ditonton. Hal ini sangat disayangkan mengingat film-film klasik tersebut merupakan potongan-potongan rekaman yang tersisa dari masanya dan akan selalu aktual untuk ditonton kembali, sebagai pesan dari generasi itu untuk generasi mendatang,” ujar Lukman.

Dia menambahkan upaya untuk merestorasi film-film Indonesia harus terus diapresiasi, dan sebagai perhelatan yang bertujuan untuk memajukan dunia perfilman Tanah Air, FFI bertanggungjawab untuk ikut aktif dalam upaya restorasi dan perbaikan sistem pengarsipan film nasional.

Lisabona Rahman, praktisi restorasi film, mengatakan film merupakan produk kebudayaan yang memiliki daya jangkau yang luar biasa. Dia percaya gambar gerak yang disertai suara, sebagai komponen utama dari film, perlu mendapat perhatian yang tidak kalah dengan buku maupun lukisan dalam pelestariannya.

“Di Amerika Serikat dan Eropa pun, film-film klasik tetap disimpan dengan baik dan dilestarikan. Film-film tersebut secara rutin diputar kembali untuk ditonton generasi muda disana,” ujar Lisabona.

Namun, upaya untuk merestorasi film klasik Indonesia tidak mudah. Hal ini disebabkan sistem pengarsipan yang buruk, sehingga gambar dari film lama yang disimpan dalam format pita seluloid sudah banyak yang rusak dan tidak layak tonton. Selain itu, biaya yang diperlukan untuk merestorasi satu film dari format seluloid ke format digital dengan kualtias gambar 4K mencapai Rp3,5 miliar.

“Tantangan tersebut tidak boleh menghentikan upaya kita untuk terus merestorasi film-film klasik Indonesia yang telah rusak dan tidak dapat ditonton. Selain itu, kita juga perlu mendorong pengembangan sistem pengarsipan film yang lebih baik. Sehingga film-film klasik yang telah direstorasi dan film-film lain yang dibuat saat ini, tetap dapat ditonton dengan kualitas gambar yang baik di tahun-tahun mendatang,” ujar Lisabona.

Continue Reading

Berita

Riri Riza Tampilkan Budaya Bugis di Film Athirah

Published

on

By

film athirah

Film Athirah diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Alberthiene Endah yang terinspirasi dari kisah nyata Ibunda Jusuf Kalla.

Athirah menggambarkan pergulatan seorang perempuan Bugis yang ingin mempertahankan keutuhan keluarganya saat pada perempuan lain memasuki kehidupan suaminya. Di saat yang sama, anak lelaki tertuanya yang masih remaja, Ucu mengalami kesulitan memahami Athirah dan konflik yang tengah terjadi di tengah keluarganya.

film athirah

Riri Riza dan Pemain Film Athirah

Di Sutradarai oleh Riri Riza yang merupakan orang Bugis Makassar yang akhirnya tertarik untuk membuat film ini karena memang Miles Film belum pernah membuat film dengan latar belakang budaya Bugis. “Suatu kesempatan yang sulit sekali saya tolak, saya merasa sangat terhormat berkesempatan kembali ke tempat saya berasal yang dekat sekali dengan saya akhirnya datang film Athirah ini. Bugis Makassar ini sebuah kebudayaan yang unik, punya karakteristik mungkin disamaratakan dengan budaya yang keras, sebenarnya budaya Bugis Makassar itu kompleks dan banyak keindahan kalau mau melihatnya dengan jarak langkah saja, mulai dari dapur, ruang makan dan kamar orang tua. Disitulah sebenarnya kita bisa melihat seperti apa orang Bugis Makassar.”ungkap Riri Riza saat Press conference peluncuran Video Clip OST film Athirah di Senopati Gallery.

film athirah

Cut Mini berperan sebagai Athirah

Sebagai sosok yang memerankan Athirah, Cut mini merasakan cerita ini penuh dengan emosional. “Athirah itu memiliki ekstra sabar sangat dahsyat, begitulah wanita dan begitu yang saya rasakan. Kayaknya saya juga harus lebih sabar. Pokoknya seperti yang tadi dibilang. Athirah selalu menutupi apapun yang dia rasakan. Yang penting anak-anak makan enak, bahagia. Biar yang lainnya Athirah yang urus,” ungkap Cut Mini.

Film Athirah ini diperankan beberapa artis, diantaranya Chistoffer Nelwan, Tika Bravani, Nino Prabowo, Jajang C Noer dan Miles Film juga melibatkan talenta-talenta dari Sulawesi Selatan dalam film ini, baik kru produksi atau jadi pemain.

Film ini akan tayang 29 September 2016 di bioskop.

film athirah

Continue Reading

Trending