Connect with us

Berita

Film Indonesia Tayang November 2013

Published

on

Film Indonesia yang akan tayang pada bulan November ini mungkin banyak ditunggu-tunggu oleh pecinta film indonesia di tanah air. Banyak judul film yang mungkin sangat menginspiratif daripada bulan sebelumnya. Semoga di bulan November ini, banyak penonton yang berbondong-bondong ke bioskop untuk menyaksikan film yang ditunggu-tunggu, dan tentunya banyak film indonesia yang semakin berkualitas. Inilah daftar film indonesia yang tayang bulan November :

1. Taman Lawang
Film ini diperankan oleh Olga Syahputra, Angie Virgin, Nikita Mirzani, Chand Kelvin dan lain-lain akan tayang 7 November 2013 di bioskop.

2. Adriana (@AdrianaTheMovie)
Belajar sejarah Jakarta bersama Adriana, Mamen dan Sobar ini diperankan oleh Eva Celia, Adipati Dolken dan Kelvin Julio. Film garapan Fajar Nugros dari buku karyanya bersama Artasya Sudirman ini akan tayang 7 November 2013.

3. NOAH ‘Awal Semula’
NOAH Film adalah sebuah film musik dalam bentuk dan warna yang berbeda. Mengangkat cerita sebuah band yang memiliki cerita perjalanan dan inspiratif. Film garapan Putrama Tuta ini diperankan oleh personil band Noah yaitu Nazril Irham, Mohammad Kautsar Hikmat, Ilsyah Ryan Reza, Loekman Hakim dan David Kurnia Albert yang akana tayang 14 November 2013.

4. Make Money (@MakeMoneyFilm)
Sebuah film komedi karya bamboomfilms akan tayang 14 November 2013. Film ini diperankan oleh Pandji Pragowaksono, Verdi Soelaiman, Ray Sahetapy, Tara Basro, Ence Bagus dan lain-lain.

5. Sokola Rimba
Film Sokola Rimba, diangkat dari Buku Sokola Rimba serta pengalaman Butet Manurung di Hutan Bukit Duabelas, Jambi, Sumatera. Dibintangi oleh Prisia Nasution sebagai Butet Manurung. Film produksi Miles Films ini akan tayang 21 November 2013.

6. Sagarmatha
Dibintangi sama Nadine Chandrawinata dan Ranggani Puspandya.Film yang mengambil lokasi di India dan Nepal ini bercerita tentang perjalanan dua sahabat semasa kuliah, Shila dan Kirana menjelajahi Himalaya. Mereka mempunyai tujuan yang berbeda namun harus semua itu harus disatukan demi tekad menaklukkan Himalaya. Film yang diproduksi selama 3 bulan di awal 2010 dengan Sutradara Emil Heradi akhirnya akan tayang pada 28 November 2013.

7. Eyang Kubur
Film dengan genre Horor Comedy ini digarap oleh Findo Hw. Diperankan oleh Ray Sahetapy, Yadi Sembako, Baby Margaretha dan lain-lain ini akan tayang 28 November 2013.

Continue Reading
Click to comment

Berita

Daftar Lengkap Nominasi Festival Film Indonesia 2016

Published

on

By

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Sebelum malam puncak FFI 2016 digelar pada 6 November 2016 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta panitia penyelenggara mengumumkan para nominasi Festival Film Indonesia 2016. Sebanyak 21 nominasi yang diumumkan, ada kategori nominasi baru yaitu nominasi kategori Lagu Tema Film Terbaik yang sebelumnya belum pernah ada penghargaan untuk mengisi OST dalam film. Berikut daftar lengkap nominasi Festival Film Indonesia 2016:

(lebih…)

Continue Reading

Berita

“Restorasi Film” Jadi Tema Festival Film Indonesia 2016

Published

on

By

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Jakarta, 21 September 2016 – Festival Film Indonesia (FFI) 2016 mengangkat ‘restorasi dan sensor’ sebagai tema besar dari pagelaran festival tersebut di tahun ini. Tema restorasi film diangkat melihat sistem pengarsipan film di Tanah Air yang masih jauh dari kata layak. Untuk membahas lebih jauh mengenai topik tersebut, Panitia FFI 2016 mengadakan diskusi dengan media di Foodism, Kemang, Jakarta.

Lukman Sardi, Ketua Panitia FFI 2016, mengatakan pagelaran FFI kali ini ingin kembali ke tujuan awal, yaitu sebagai bentuk apresiasi terhadap film-film terbaik karya anak bangsa. “Sejak awal FFI diadakan untuk menunjukkan ke publik bahwa film-film produksi Indonesia tidak kalah dengan film impor. Agar film Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Lukman dalam diskusi dengan media.

“Sayangnya, sistem pengarsipan yang buruk membuat banyak film-film klasik Indonesia yang rusak dan jadi tidak dapat ditonton. Hal ini sangat disayangkan mengingat film-film klasik tersebut merupakan potongan-potongan rekaman yang tersisa dari masanya dan akan selalu aktual untuk ditonton kembali, sebagai pesan dari generasi itu untuk generasi mendatang,” ujar Lukman.

Dia menambahkan upaya untuk merestorasi film-film Indonesia harus terus diapresiasi, dan sebagai perhelatan yang bertujuan untuk memajukan dunia perfilman Tanah Air, FFI bertanggungjawab untuk ikut aktif dalam upaya restorasi dan perbaikan sistem pengarsipan film nasional.

Lisabona Rahman, praktisi restorasi film, mengatakan film merupakan produk kebudayaan yang memiliki daya jangkau yang luar biasa. Dia percaya gambar gerak yang disertai suara, sebagai komponen utama dari film, perlu mendapat perhatian yang tidak kalah dengan buku maupun lukisan dalam pelestariannya.

“Di Amerika Serikat dan Eropa pun, film-film klasik tetap disimpan dengan baik dan dilestarikan. Film-film tersebut secara rutin diputar kembali untuk ditonton generasi muda disana,” ujar Lisabona.

Namun, upaya untuk merestorasi film klasik Indonesia tidak mudah. Hal ini disebabkan sistem pengarsipan yang buruk, sehingga gambar dari film lama yang disimpan dalam format pita seluloid sudah banyak yang rusak dan tidak layak tonton. Selain itu, biaya yang diperlukan untuk merestorasi satu film dari format seluloid ke format digital dengan kualtias gambar 4K mencapai Rp3,5 miliar.

“Tantangan tersebut tidak boleh menghentikan upaya kita untuk terus merestorasi film-film klasik Indonesia yang telah rusak dan tidak dapat ditonton. Selain itu, kita juga perlu mendorong pengembangan sistem pengarsipan film yang lebih baik. Sehingga film-film klasik yang telah direstorasi dan film-film lain yang dibuat saat ini, tetap dapat ditonton dengan kualitas gambar yang baik di tahun-tahun mendatang,” ujar Lisabona.

Continue Reading

Berita

Riri Riza Tampilkan Budaya Bugis di Film Athirah

Published

on

By

film athirah

Film Athirah diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Alberthiene Endah yang terinspirasi dari kisah nyata Ibunda Jusuf Kalla.

Athirah menggambarkan pergulatan seorang perempuan Bugis yang ingin mempertahankan keutuhan keluarganya saat pada perempuan lain memasuki kehidupan suaminya. Di saat yang sama, anak lelaki tertuanya yang masih remaja, Ucu mengalami kesulitan memahami Athirah dan konflik yang tengah terjadi di tengah keluarganya.

film athirah

Riri Riza dan Pemain Film Athirah

Di Sutradarai oleh Riri Riza yang merupakan orang Bugis Makassar yang akhirnya tertarik untuk membuat film ini karena memang Miles Film belum pernah membuat film dengan latar belakang budaya Bugis. “Suatu kesempatan yang sulit sekali saya tolak, saya merasa sangat terhormat berkesempatan kembali ke tempat saya berasal yang dekat sekali dengan saya akhirnya datang film Athirah ini. Bugis Makassar ini sebuah kebudayaan yang unik, punya karakteristik mungkin disamaratakan dengan budaya yang keras, sebenarnya budaya Bugis Makassar itu kompleks dan banyak keindahan kalau mau melihatnya dengan jarak langkah saja, mulai dari dapur, ruang makan dan kamar orang tua. Disitulah sebenarnya kita bisa melihat seperti apa orang Bugis Makassar.”ungkap Riri Riza saat Press conference peluncuran Video Clip OST film Athirah di Senopati Gallery.

film athirah

Cut Mini berperan sebagai Athirah

Sebagai sosok yang memerankan Athirah, Cut mini merasakan cerita ini penuh dengan emosional. “Athirah itu memiliki ekstra sabar sangat dahsyat, begitulah wanita dan begitu yang saya rasakan. Kayaknya saya juga harus lebih sabar. Pokoknya seperti yang tadi dibilang. Athirah selalu menutupi apapun yang dia rasakan. Yang penting anak-anak makan enak, bahagia. Biar yang lainnya Athirah yang urus,” ungkap Cut Mini.

Film Athirah ini diperankan beberapa artis, diantaranya Chistoffer Nelwan, Tika Bravani, Nino Prabowo, Jajang C Noer dan Miles Film juga melibatkan talenta-talenta dari Sulawesi Selatan dalam film ini, baik kru produksi atau jadi pemain.

Film ini akan tayang 29 September 2016 di bioskop.

film athirah

Continue Reading

Trending