Connect with us

Berita

Rekapitulasi Film Indonesia yang Rilis Januari 2013

Published

on

Nampaknya ada yang menunggu film yang akan tayang bulan februari 2013 ini, tapi apakah kalian sudah menonton semua film pada bulan januari 2013 ?? berikut adalah rekapitulasi film-film yang tayang pada bulan Januari 2013.

 1. Demi Ucok

Film ini tayang mulai 3 Januari 2013, dengan durasi 75 menit ini berhasil menarik sekitar 63.702 penonton. Film kedua Sammaria Simanjuntak ini mengisah tentang Glo yang ingin membuat film, namun diusia Glo yang sudah berumur , Mak Gondut emaknya ini malah menyuruh anaknya untuk menikah. Glo akan diberi 1 Milyar untuk biaya pembuatan film asal menikah dengan orang batak.

Pemain : Geraldine Sianturi, Lina Marpaung, Saira Jihan dan Sunny Soon

2. Dead Mine

Dead Mine merupakan sebuah film dengan genre horor yang akan mengisahkan tentang 8 orang yang terjebak di sebuah bunker. Namun, di bunker tersebut ternyata tersimpan sejenis mahluk mutan yang kemudian menghabisi 8 orang tersebut satu per satu. Dead Mine ini film HBO Asia ini berdurai 90 menit dan berhasil menarik sekitar 143.566 penonton.

Pemain : Ario Bayu, Mike Lewis, Joe Tsalim

3. Gending Sriwijaya

Film ini tayang mulai 10 Januari 2013. Film Genidng Sriwijaya ini bercerita tentang tiga abad setelah keruntuhan Sriwijaya yang mana muncul kerajaan-kerajaan kecil yang saling berebut kekuasaan. Kerajaan kecil tersebut bernama Kedatuan Bukit Jera.

Film karya Hanung ini sempat diprotes karena kain songket yang digunakan tidak pas untuk menggambarkan kehidupan kerajaan dulu. Namun meskipun begitu, kabarnya untuk pembuatan film ini telah memakai APBD sebesar 11 Milyar. Dan film ini mendapat sekitar 48.267 penonton.

Pemain : Julia Perez, Agus Kuncoro Adi, Mathias Muchus, Syahrul Gunawan, Slamet Raharjo dan Jajang C Noer.

4. 3 Playboy Galau

Film ini tayang 10 Januari 2013. Film yang diperankan oleh Oka Cornelius, Ricki Perdana, Aditya Rino dan Febrianie Ferdzilla ini bercerita tentang tiga pemuda Metropolis dalam sebuah petualangan komedi romantik. Mereka bertiga adalah pemuda2 yang sudah beristri tapi mereka tetap tidak bisa menghilangkan sifat-sifat Playboy mereka.

Film yang bergenre drama komedi ini mendapatkan penonton sebanyak 23.144.

5. Mika

Film Inspirasi dari buku dengan judul Waktu Aku Sama Mika karya Indi ini berhasil di filmkan. Seorang gadis yang mempunyai kelainan tulang belakang atau skoliosis bertemu dengan seorang laki-laki yang gondrong, tatoan, badan kurus dan suka memakai sendal dan sepatu dengan warna sebelah beda. Ternyata cowok yang baru dikenal indi itu mengindap AIDS. Akan tetapi bagi Indi, Mika adalah spesial karena Mika lah yang selama ini membuat Indi bersemangat, percaya diri dan gak minder.

Film yang diperankan oleh Vino G bastian dan Velovexia ini tayang mulai 17 Januari 2013 dan sekarang (red.6 Februari) masih bertahan dibeberapa bioskop. Dan sampai saat ini pendapatan penonton sudah mencapai 145.193 dan masih akan terus bertambah.

6. Sang Pialang

Film yang tayang mulai 17 Januari 2013 ini bercerita tentang anak muda yang bergerak dibidang bursa efek. Film ini merupakan film wall street pertama di Indonesia. Film yang dibintangi oleh Abimana, Christian Sugiono, Kamidia Radisti, Mario Irwinsyah , Lukman Sardi dll berhasil menarik penonton sekitar 15.021.

7.Dream Obama

Film karya Demian Damathra ini tayang pada 24 Januari 2013 di Bioskop. Film yang mengisahkan seorang anak sekolah SD yang punya mimpi ingin seperti Barack Obama. Setiap hari dia berlatih agar bisa berpidato dan lancar menggunakan bahasa inggris dengan terus mengatakan “YES WE CAN”. Film ini hanya menarik sekitar 3408 penonton.

8. Tiga Sekawan .. Ihh Hantu

Film ini bercerita tentang tiga sahabat yang menyatukan mereka dari lingkungan yang berbeda. Mereka akhirnya ikut camping dan ditempat inilah tiga sahabat itu berpetualang. Film ini mengajak anak-anak untuk tidak takut pada hantu. Awal Februari kemaren Film ini sempat tayang kembali ke bioskop dengan jumlah penonton sekitar 34.077.

Film yang dibintangi oleh Rizky Hanggono, Dedi Yusuf, Rizky Black, Stefhani Husen dan Dandy Rainaldy tayang dibioskop mulai 24 Januari 2013.

9. 3SUM

Film yang tayang mulai 31 Januari 2013 3 SUM merupakan film omnibus yang terdiri dari: Insomnights, Rawa Kucing dan Impromptu. Film ini ditulis dan disutradarai oleh Andri Cung, Witra Asliga dan William Chandra. Ketiganya adalah movie blogger.

Film yang dibintangi oleh Winky Wiryawan, Hannah Al Rashid, Joko Anwar dll ini berhasil mendapatkan penonton sekitar 11.350 dan masih akan terus bertambah karena masih tayang di beberapa bioskop.

10. Air Terjun Pengantin Phuket

Film produksi Maxima Pictures ini berceritakan tentang Tiara dan para sahabatnya yang berkunjung di Pulau-pulau Phuket. Sebelumnya Tiara dan kawan-kawan hanya berniat untuk mengunjungi suatu pulau namun keanehan terjadi, yang mengorek kembali masa lalu Tiara.

Film karya Rizal Mantovani ini diperankan oleh Tamara Bleszinski, Stefan William, Kimberly Rider, Edwan Akbar, Putri Una, Ray Sahetapi ini tayang mulai 31 Januari 2013 dan sudah berhasil mendapatkan penonton sekitar 71.629 akan terus bertambah lagi karena masih tayang di bioskop.

Yak itulah 10 Film Indonesia yang rilis pada bulan Januari 2013. hayoo dari 10 film yang rilis, kalian nonton film yang mana nih ??

Support Film Indonesia

Sumber Data Penonton : Filmindonesia.or.id

Berita

Daftar Lengkap Nominasi Festival Film Indonesia 2016

Published

on

By

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Sebelum malam puncak FFI 2016 digelar pada 6 November 2016 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta panitia penyelenggara mengumumkan para nominasi Festival Film Indonesia 2016. Sebanyak 21 nominasi yang diumumkan, ada kategori nominasi baru yaitu nominasi kategori Lagu Tema Film Terbaik yang sebelumnya belum pernah ada penghargaan untuk mengisi OST dalam film. Berikut daftar lengkap nominasi Festival Film Indonesia 2016:

(lebih…)

Continue Reading

Berita

“Restorasi Film” Jadi Tema Festival Film Indonesia 2016

Published

on

By

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Jakarta, 21 September 2016 – Festival Film Indonesia (FFI) 2016 mengangkat ‘restorasi dan sensor’ sebagai tema besar dari pagelaran festival tersebut di tahun ini. Tema restorasi film diangkat melihat sistem pengarsipan film di Tanah Air yang masih jauh dari kata layak. Untuk membahas lebih jauh mengenai topik tersebut, Panitia FFI 2016 mengadakan diskusi dengan media di Foodism, Kemang, Jakarta.

Lukman Sardi, Ketua Panitia FFI 2016, mengatakan pagelaran FFI kali ini ingin kembali ke tujuan awal, yaitu sebagai bentuk apresiasi terhadap film-film terbaik karya anak bangsa. “Sejak awal FFI diadakan untuk menunjukkan ke publik bahwa film-film produksi Indonesia tidak kalah dengan film impor. Agar film Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Lukman dalam diskusi dengan media.

“Sayangnya, sistem pengarsipan yang buruk membuat banyak film-film klasik Indonesia yang rusak dan jadi tidak dapat ditonton. Hal ini sangat disayangkan mengingat film-film klasik tersebut merupakan potongan-potongan rekaman yang tersisa dari masanya dan akan selalu aktual untuk ditonton kembali, sebagai pesan dari generasi itu untuk generasi mendatang,” ujar Lukman.

Dia menambahkan upaya untuk merestorasi film-film Indonesia harus terus diapresiasi, dan sebagai perhelatan yang bertujuan untuk memajukan dunia perfilman Tanah Air, FFI bertanggungjawab untuk ikut aktif dalam upaya restorasi dan perbaikan sistem pengarsipan film nasional.

Lisabona Rahman, praktisi restorasi film, mengatakan film merupakan produk kebudayaan yang memiliki daya jangkau yang luar biasa. Dia percaya gambar gerak yang disertai suara, sebagai komponen utama dari film, perlu mendapat perhatian yang tidak kalah dengan buku maupun lukisan dalam pelestariannya.

“Di Amerika Serikat dan Eropa pun, film-film klasik tetap disimpan dengan baik dan dilestarikan. Film-film tersebut secara rutin diputar kembali untuk ditonton generasi muda disana,” ujar Lisabona.

Namun, upaya untuk merestorasi film klasik Indonesia tidak mudah. Hal ini disebabkan sistem pengarsipan yang buruk, sehingga gambar dari film lama yang disimpan dalam format pita seluloid sudah banyak yang rusak dan tidak layak tonton. Selain itu, biaya yang diperlukan untuk merestorasi satu film dari format seluloid ke format digital dengan kualtias gambar 4K mencapai Rp3,5 miliar.

“Tantangan tersebut tidak boleh menghentikan upaya kita untuk terus merestorasi film-film klasik Indonesia yang telah rusak dan tidak dapat ditonton. Selain itu, kita juga perlu mendorong pengembangan sistem pengarsipan film yang lebih baik. Sehingga film-film klasik yang telah direstorasi dan film-film lain yang dibuat saat ini, tetap dapat ditonton dengan kualitas gambar yang baik di tahun-tahun mendatang,” ujar Lisabona.

Continue Reading

Berita

Riri Riza Tampilkan Budaya Bugis di Film Athirah

Published

on

By

film athirah

Film Athirah diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Alberthiene Endah yang terinspirasi dari kisah nyata Ibunda Jusuf Kalla.

Athirah menggambarkan pergulatan seorang perempuan Bugis yang ingin mempertahankan keutuhan keluarganya saat pada perempuan lain memasuki kehidupan suaminya. Di saat yang sama, anak lelaki tertuanya yang masih remaja, Ucu mengalami kesulitan memahami Athirah dan konflik yang tengah terjadi di tengah keluarganya.

film athirah

Riri Riza dan Pemain Film Athirah

Di Sutradarai oleh Riri Riza yang merupakan orang Bugis Makassar yang akhirnya tertarik untuk membuat film ini karena memang Miles Film belum pernah membuat film dengan latar belakang budaya Bugis. “Suatu kesempatan yang sulit sekali saya tolak, saya merasa sangat terhormat berkesempatan kembali ke tempat saya berasal yang dekat sekali dengan saya akhirnya datang film Athirah ini. Bugis Makassar ini sebuah kebudayaan yang unik, punya karakteristik mungkin disamaratakan dengan budaya yang keras, sebenarnya budaya Bugis Makassar itu kompleks dan banyak keindahan kalau mau melihatnya dengan jarak langkah saja, mulai dari dapur, ruang makan dan kamar orang tua. Disitulah sebenarnya kita bisa melihat seperti apa orang Bugis Makassar.”ungkap Riri Riza saat Press conference peluncuran Video Clip OST film Athirah di Senopati Gallery.

film athirah

Cut Mini berperan sebagai Athirah

Sebagai sosok yang memerankan Athirah, Cut mini merasakan cerita ini penuh dengan emosional. “Athirah itu memiliki ekstra sabar sangat dahsyat, begitulah wanita dan begitu yang saya rasakan. Kayaknya saya juga harus lebih sabar. Pokoknya seperti yang tadi dibilang. Athirah selalu menutupi apapun yang dia rasakan. Yang penting anak-anak makan enak, bahagia. Biar yang lainnya Athirah yang urus,” ungkap Cut Mini.

Film Athirah ini diperankan beberapa artis, diantaranya Chistoffer Nelwan, Tika Bravani, Nino Prabowo, Jajang C Noer dan Miles Film juga melibatkan talenta-talenta dari Sulawesi Selatan dalam film ini, baik kru produksi atau jadi pemain.

Film ini akan tayang 29 September 2016 di bioskop.

film athirah

Continue Reading

Trending