Connect with us

Sinopsis

Sinopsis : CJR The Movie (2015)

Published

on

cjr the movie

cjr the movieCJR The Movie, kisah tentang keputusan salah satu sahabat mereka mengundurkan diri dari Coboy Junior membuat Iqbal, Aldi, dan Kiki merasa kehilangan. Disaat-saat itulah ketiga personil Coboy Junior yang tersisa merasa gelisah. Beruntung mereka memiliki Produser seperti Patrick (Abimana Aryasatya), yang selalu hadir untuk memberikan semangat. ”Semua Perjalanan Hebat Harus Diakhiri dengan Hebat, Untuk Memulai Sesuatu yang Hebat” begitulah spirit yang diucapkan Patrick pada CJR.

Patrick pun mengajak mereka untuk melakukan perjalanan keliling Australia di temani Jimmy (Arie Kriting) yang berhasil memenangkan suit dengan Joshua (Ernest Prakasa). Selama berada di Australia, banyak pengalaman dan pelajaran yang Iqbal, Aldi, dan Kiki dapatkan. Mulai bertemu dengan sosok Emmanuel Kelly (Kontestan X Factor Australia) yang memiliki keterbatasan fisik, namun tetap semangat berkarya dengan jujur dan sepenuh hati, sampai melakukan Sky Diving, agar Iqbal, Aldy dan Kiky dapat melawan rasa takut.

Selama berada di Australia, Iqbal, Aldi, dan Kiki juga berlatih vokal dan fisik dengan D-Doc (Rio Dewanto) dan Melisa yang terkenal tegas dan sangat disiplin. Saat mereka merasa tidak kuat dengan materi latihan yang di berikan D-Doc dan Melisa, Patrick memberikan semangat dengan kata-kata “Sukses terbesar datang dari pengorbanan yang besar juga.” Kata-kata tersebut membuat para personil CJR semangat menjalani program latihan.

Akhirnya perjalanan CJR ke Australia berakhir. Mereka harus kembali ke Indonesia. Justru ujian sesungguhnya akan mereka hadapi saat mereka akan melakukan konser yang megah. Banyak cobaan besar mereka hadapi menjelang konser. Lalu, mampukah Iqbal, Aldi dan Kiki, menghadapi cobaan yang menghadang, dan akankah konser mereka terlaksana?

  • Genre: Drama, Musik
  • Produksi : Falcon Pictures
  • Produser : HB Naveen, Frederica
  • Sutradara : Patrick Effendy
  • Pemain : Abimana Aryasatya, Iqbal, Aldi, Kiki, Ernest Prakasa, Arie Kriting
  • Rating : REMAJA
  • Rilis 18 Februari 2015
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Sinopsis

Srimulat: Hil yang Mustahal Babak Pertama

Published

on

SINOPSIS SRIMULAT

Kelompok lawak Srimulat yang tengah populer di Jawa, mendadak terganggu penampilannya karena muncul pemain kendang yang lebih lucu bernama Gepeng (Bio One). Tepat pada saat itu, sebuah telegram dari Ibukota datang, mengundang Srimulat tampil di TV Nasional. Pemimpin Srimulat, Teguh (Rukman Rosadi) pun memenuhi undangan itu, Asmuni (Rifnu Wikana) diserahi tugas memimpin Srimulat ke Ibukota. Teguh pun merekrut Gepeng, mengajak pemain kendang itu bergabung dengan Srimulat. Di Ibukota, Gepeng harus bisa menyatukan diri dengan Srimulat yang terdiri dari Asmuni, Timbul (Dimas Anggara), Tarsan (Ibnu Jamil), Tessy (Erick Estrada), Paul (Morgan Oey), Basuki (Elang El Gibran), Nunung (Zulfa Maharani), Anna (Naima Al Jufri) dan Djudjuk (Erika Carlina). Di tengah keinginannya melebur menjadi keluarga Srimulat, Gepeng dan Basuki bertemu dengan Royani (Indah Permatasari), anak perempuan Babe Makmur (Rano Karno) pemilik kontrakan yang disewa Srimulat. Saat fokus Gepeng terganggu karena kehadiran Royani, Srimulat mendapat permintaan untuk tampil khusus di depan Presiden dan Ibu Negara. Apa yang akan terjadi kemudian? Apakah membuat Presiden dan Ibu Negara tertawa adalah sesuatu yang mustahil?

Baca juga : Ngeri-ngeri sedap

Continue Reading

Sinopsis

Ngeri-ngeri Sedap

Published

on

SINOPSIS NGERI NGERI SEDAP

Pak Domu dan Mak Domu yang tinggal bersama Sarma, ingin sekali tiga anaknya: Domu, Gabe dan Sahat yang sudah lama merantau pulang untuk menghadiri acara adat, tetapi mereka menolak pulang karena hubungan mereka tidak harmonis dengan Pak Domu.

Pak Domu dan Mak Domu akhirnya berpura-pura bertengkar dan ingin bercerai demi mendapatkan perhatian dari anak-anaknya.

Baca juga : Srimulat

Continue Reading

Sinopsis

Sinopsis Cinta Shubuh

Published

on

sinopsis cinta shubuh

Angga (Rey Mbayang), mahasiswa laki-laki yang jarang salat tepat waktu, jatuh cinta kepada Ratih (Dinda Hauw), perempuan muda cerdas dan relijius, yang tidak pernah mengharapkan laki-laki seperti Angga mampu mencuri hatinya. Tapi seperti para pujangga bilang, cinta tak kenal persyaratan, ia datang tanpa undangan. Keunikan Angga, ketulusan, keceriaan, dan pembawaannya membuat Ratih mau membuka hati, ia yang berprinsip untuk tidak pacaran akhirnya menerima Angga menjadi kekasih. Sebelum bertemu Angga, Ratih berharap memiliki pasangan yang mampu menjaga pandangannya, tinggi budi pekertinya, cerdas dan menjaga kewajiban sebagai manusia beragama. Semua harapan Ratih terkumpul dalam sosok kakak tingkat bernama Arya Satria Negara (Roger Danuarta), sosok laki-laki hampir sempurnya yang sebenarnya juga menyimpan rasa terhadap Ratih. Bedanya dengan Angga, Arya patuh pada setiap nilai dan aturan agama. Karena itulah, Arya tidak mendekati Ratih secara serampangan, menurut Arya, satu-satunya cara dirinya bisa bersama dengan Ratih adalah lewat ikatan pernikahan. Salat subuh tepat waktu adalah satu-satunya permintaan Ratih kepada Angga yang tidak pernah dilaksanakan dengan baik, permintaan yang akhirnya membuat Ratih memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.

Baca juga : Mengejar surga

Continue Reading

Trending