Connect with us

Berita

Daftar Film Indonesia yang Diangkat dari Novel Tahun 2014

Published

on

Tahun 2013 nampaknya sukses menarik penonton pada postingan Daftar Film Indonesia yang Diangkat dari Novel yang cukup sukses menyajikan adaptasi dari novel yang lebih berkualitas. Dan ditahun 2014 ini, akan ada beberapa judul novel yang siap akan difilmkan lho. Yuk kita lihat, siapa tau novelnya adalah kesukaan kamu.

  1. Ketika Mas Gagah Pergi (@KMGP_Movie)
    Cerita ini diangkat dari Karya Legendaris Bunda Helvy. Beberapa bulan yang lalu tim sedang menyeleksi siapa saja yang akan bermain di film ini. Kita tunggu saja filmnya tahun 2014 ini.

  2. 99 Cahaya Dilangit Eropa Part 2

    Novel karya Hanum Salsabeela Rais dan Rangga Almahendra. Film produksi Maxima Pictures dibuat 2 bagian, bagian pertama tayang pada 5 Desember 2013 dan bagian ke-2 akan tayang 6 Maret 2014. Jangan sampai gak nonton bagian ke-2 ya, akan dilanjutkan perjalanan ke Turki dan Cordoba. Untuk melihat siapa pemain yang memerankan di film ini, bisa dilihat di Daftar pemain 99 Cahaya di Langit Eropa. Fatin Shidqia Lubis akan mendapat porsi lebih besar di film 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2 ini.

  3. 3600 Detik

    Novel karya Charon yang berkisah tentang Sandra dan Leon ini akan diangkat ke layar lebar tayang 3 April 2014.

  4. Sepatu Dahlan
    Film ini akan disutradarai oleh Benni Setiawan yang akan diproduksi Mizan Production. Film ini dimainkan oleh Donny Damara, pemeran Mohammad Iskan, si tukang kayu ayah Dahlan Iskan dan Kinaryosih berperan sebagai ibu Dahlan Iskan. Rencananya film ini akan tayang 10 April  2014.

  5. Luntang Lantung

    Novel Luntang Lantung karya Roy Saputra akan difilmkan dengan sutradara Fajar Nugroho. Luntang Lantung berkisah tentang petualangan seorang pemuda bernama Ari Budiman dalam mendapatkan pekerjaan. produksi Maxima Pictures dan Demi Istri Production dibintangi Dimas Anggara, Ence Bagus, Soleh Solihun, Kimbrly Ryder dan Ronny P Tjandra tayang 8 Mei 2014.

  6. Ketika Tuhan Jatuh Cinta (@Film_KTJC)

    Film dari novel best seller ini diperankan oleh Reza Rahadian, Didi Petet, Laura Basuki dan rencananya akan tayang Juni 2014.

  7. Supernova

    Novel Supernova karya Dewi Lestari ‘Dee’ ini juga akan difilmkan. Diperankan oleh Herjunot Ali sebagai Ferre, Raline Shah sebagai Rana, Paula Verhoeven sebagai Diva, Fedi Nuril sebagai Arwin dan Arifin Putra sebagai Reuben yang diproduksi Soraya Intercine Films tayang Desember 2014. Ini teaser poster film Supernova.

  8. Marmut Merah Jambu (@MMJ_Movie)
    Buku karya Raditya Dika kembali difilmkan, kali ini Marmut Merah Jambu. Dika menceritakan kisah cinta pertamanya ketika dia SMA, yaitu dengan seorang perempuan bernama Ina Mangunkusumo. Seiring dengan Dika bercerita, seiring itu pula dia bertanya: “Benarkah cinta pertama enggak kemana-mana?”. Film yang dtulis, diperankan dan di Sutradarai oleh Raditya Dika sendiri dengan rumah produksi Starvision ini rencananya akan tayang 8 Mei 2014.
  9. 2
    Buku ‘2’ karya Donny Dhirgantoro yang bercerita tentang Bulutangkis. Film ini akan diproduksi oleh Soraya Intercine Films.
  10. Udah Putusin Aja
    Buku karya Ustadz Felix Siauw ini akan difilmkan oleh rumah produksi Maxima Pictures.
  11. Me & You Versus The World (@meandyoufilm)
    Film produksi Rapi Films ini diangkat dari novel Stanley Meulen yang akan diperankan oleh Rio Dewanto akan tayang 17 April 2014.
  12. 4 Tahun Tinggal di Rumah Hantu
    Film arahan Jessica Angelica ini berdasarkan kisah nyata dari novel Pijar 88 yang sempat ramai diperbincangkan di kaskus. Film ini diperankan oleh Arie Dwi Andhika, Nabila Putri, Torro Margen dan lain-lain tayang mulai 13 Maret 2014 di bioskop.
  13. My Idiot Brother (@MIB_movie)
    Buku dari Agnes Davonar ini akan difilmkan yang diperankan oleh Adila Fitri, Ali Mansen, Cindy Fatika Sari, Donny Kusuma, Kimberly Ryder, Aaron Ashab, Merry Riana. Rencananya film ini akan rilis Agustus 2014.
  14. Janji Hati (@JanjiHati2014)
    Novel karya Elvira Natali ini akan di produksi oleh PT. Bumi Prasidi Bi-Epsi dengan sutradara Otoy Witoyo dan di produseri oleh Tyas Abiyoga dan Rudi Soedjarwo. Rencana akan tayang akhir tahun 2014 ini.
  15. Remember When (@FilmRWhen)
    Setelah Refrain, novel Karya Winna Efendi ini akan difilmkan oleh Rapi Films. Akan rilis tahun ini diperankan oleh Maxime Bouttier sebagai Adrian, Stella sebagai Gia dan Michelle Ziudith sebagai Freya akan tayang 16 Oktober 2014.
  16. Antologi Rasa
    Antologi Rasa adalah buku keempat dari Ika Natassa. Buku ini akan difilmkan dengan rumah produksi Soraya Films.
  17. After School Horror
    Dari buku dengan judul yang sama karya Nana R Praptini yang kemudian dijadilan film dengan rumah produksi My Dream Pictures ini menampilkan Indah Permatasasi, Maxime Bouttie, Christ Laurent, Pamela Bowie, Yovie Gracia dan penampilan khusus Marissa Nasution akan tayang 22 Mei 2014 di bioskop.
  18. Catatan Akhir Kuliah
    Karya Maulana Sam ini akan difilmkan, tunggu info selanjutnya.
  19. Cerita Cinta
    Novel karya Endik Koeswoyo ini akan meramaikan layar lebar dengan bintang muda Teuku Rassya. Film ini rencananya akan tayang September 2014.
  20. Mengejar Malam Pertama
    Buku Mengejar Malam Pertama akan di adaptasi oleh Fransiska Fiorella.
  21. Strawberry Surprise
    Dari Novel Desi Puspitasari, diperankan oleh Reza Rahadian, Acha Septriasa, Olivia Jensen, Ryan Delon, Sita Nursanti, Ibnu Jamil, Fandy Christian. film sutradara Hanny R Saputra ini akan tayang 9 Oktober 2014 di bioskop.

Ada beberapa judul novel yang kabarnya akan difilmkan, ada Novel London: Angel karya Windry Ramadhina,   The Naked Traveler karya Trinity, Assalamualikum Beijing karya Asma Nadia, Sunshine Becomes You karya Ilana Tan, Novel Diary PramugariMelbourne dan Negeri Para Bedebah milik Tere Liye juga turut meramaikan layar lebar. Karya Agnes Davonar lainnya yaitu Bidadari Terakhir hadir dalam film pula. Kita tunggu saja info kelanjutannya disini.

Continue Reading
5 Comments

Berita

Daftar Lengkap Nominasi Festival Film Indonesia 2016

Published

on

By

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Sebelum malam puncak FFI 2016 digelar pada 6 November 2016 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta panitia penyelenggara mengumumkan para nominasi Festival Film Indonesia 2016. Sebanyak 21 nominasi yang diumumkan, ada kategori nominasi baru yaitu nominasi kategori Lagu Tema Film Terbaik yang sebelumnya belum pernah ada penghargaan untuk mengisi OST dalam film. Berikut daftar lengkap nominasi Festival Film Indonesia 2016:

(lebih…)

Continue Reading

Berita

“Restorasi Film” Jadi Tema Festival Film Indonesia 2016

Published

on

By

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Jakarta, 21 September 2016 – Festival Film Indonesia (FFI) 2016 mengangkat ‘restorasi dan sensor’ sebagai tema besar dari pagelaran festival tersebut di tahun ini. Tema restorasi film diangkat melihat sistem pengarsipan film di Tanah Air yang masih jauh dari kata layak. Untuk membahas lebih jauh mengenai topik tersebut, Panitia FFI 2016 mengadakan diskusi dengan media di Foodism, Kemang, Jakarta.

Lukman Sardi, Ketua Panitia FFI 2016, mengatakan pagelaran FFI kali ini ingin kembali ke tujuan awal, yaitu sebagai bentuk apresiasi terhadap film-film terbaik karya anak bangsa. “Sejak awal FFI diadakan untuk menunjukkan ke publik bahwa film-film produksi Indonesia tidak kalah dengan film impor. Agar film Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Lukman dalam diskusi dengan media.

“Sayangnya, sistem pengarsipan yang buruk membuat banyak film-film klasik Indonesia yang rusak dan jadi tidak dapat ditonton. Hal ini sangat disayangkan mengingat film-film klasik tersebut merupakan potongan-potongan rekaman yang tersisa dari masanya dan akan selalu aktual untuk ditonton kembali, sebagai pesan dari generasi itu untuk generasi mendatang,” ujar Lukman.

Dia menambahkan upaya untuk merestorasi film-film Indonesia harus terus diapresiasi, dan sebagai perhelatan yang bertujuan untuk memajukan dunia perfilman Tanah Air, FFI bertanggungjawab untuk ikut aktif dalam upaya restorasi dan perbaikan sistem pengarsipan film nasional.

Lisabona Rahman, praktisi restorasi film, mengatakan film merupakan produk kebudayaan yang memiliki daya jangkau yang luar biasa. Dia percaya gambar gerak yang disertai suara, sebagai komponen utama dari film, perlu mendapat perhatian yang tidak kalah dengan buku maupun lukisan dalam pelestariannya.

“Di Amerika Serikat dan Eropa pun, film-film klasik tetap disimpan dengan baik dan dilestarikan. Film-film tersebut secara rutin diputar kembali untuk ditonton generasi muda disana,” ujar Lisabona.

Namun, upaya untuk merestorasi film klasik Indonesia tidak mudah. Hal ini disebabkan sistem pengarsipan yang buruk, sehingga gambar dari film lama yang disimpan dalam format pita seluloid sudah banyak yang rusak dan tidak layak tonton. Selain itu, biaya yang diperlukan untuk merestorasi satu film dari format seluloid ke format digital dengan kualtias gambar 4K mencapai Rp3,5 miliar.

“Tantangan tersebut tidak boleh menghentikan upaya kita untuk terus merestorasi film-film klasik Indonesia yang telah rusak dan tidak dapat ditonton. Selain itu, kita juga perlu mendorong pengembangan sistem pengarsipan film yang lebih baik. Sehingga film-film klasik yang telah direstorasi dan film-film lain yang dibuat saat ini, tetap dapat ditonton dengan kualitas gambar yang baik di tahun-tahun mendatang,” ujar Lisabona.

Continue Reading

Berita

Riri Riza Tampilkan Budaya Bugis di Film Athirah

Published

on

By

film athirah

Film Athirah diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Alberthiene Endah yang terinspirasi dari kisah nyata Ibunda Jusuf Kalla.

Athirah menggambarkan pergulatan seorang perempuan Bugis yang ingin mempertahankan keutuhan keluarganya saat pada perempuan lain memasuki kehidupan suaminya. Di saat yang sama, anak lelaki tertuanya yang masih remaja, Ucu mengalami kesulitan memahami Athirah dan konflik yang tengah terjadi di tengah keluarganya.

film athirah

Riri Riza dan Pemain Film Athirah

Di Sutradarai oleh Riri Riza yang merupakan orang Bugis Makassar yang akhirnya tertarik untuk membuat film ini karena memang Miles Film belum pernah membuat film dengan latar belakang budaya Bugis. “Suatu kesempatan yang sulit sekali saya tolak, saya merasa sangat terhormat berkesempatan kembali ke tempat saya berasal yang dekat sekali dengan saya akhirnya datang film Athirah ini. Bugis Makassar ini sebuah kebudayaan yang unik, punya karakteristik mungkin disamaratakan dengan budaya yang keras, sebenarnya budaya Bugis Makassar itu kompleks dan banyak keindahan kalau mau melihatnya dengan jarak langkah saja, mulai dari dapur, ruang makan dan kamar orang tua. Disitulah sebenarnya kita bisa melihat seperti apa orang Bugis Makassar.”ungkap Riri Riza saat Press conference peluncuran Video Clip OST film Athirah di Senopati Gallery.

film athirah

Cut Mini berperan sebagai Athirah

Sebagai sosok yang memerankan Athirah, Cut mini merasakan cerita ini penuh dengan emosional. “Athirah itu memiliki ekstra sabar sangat dahsyat, begitulah wanita dan begitu yang saya rasakan. Kayaknya saya juga harus lebih sabar. Pokoknya seperti yang tadi dibilang. Athirah selalu menutupi apapun yang dia rasakan. Yang penting anak-anak makan enak, bahagia. Biar yang lainnya Athirah yang urus,” ungkap Cut Mini.

Film Athirah ini diperankan beberapa artis, diantaranya Chistoffer Nelwan, Tika Bravani, Nino Prabowo, Jajang C Noer dan Miles Film juga melibatkan talenta-talenta dari Sulawesi Selatan dalam film ini, baik kru produksi atau jadi pemain.

Film ini akan tayang 29 September 2016 di bioskop.

film athirah

Continue Reading

Trending